Selasa, 19 Mei 2026

Berita Paser Terkini

DPRD Paser Evaluasi Rencana Bisnis OPD Mitra, Program Harus Tajam dan Berorientasi Solusi

Komisi II DPRD Kabupaten Paser menegaskan pentingnya penajaman program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Syaifullah Ibrahim
FUNGSI PENGAWASAN - Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin, saat memimpin rapat kerja bersama OPD mitra di Sekretariat DPRD Paser, Rabu (18/2/2026). Komisi II meminta OPD mempertajam program kerja di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan agar lebih efektif menyelesaikan persoalan warga. (TRIBUNKALTIM.CO/ SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER – Komisi II DPRD Kabupaten Paser menegaskan pentingnya penajaman program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra guna memastikan setiap anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam rapat kerja mengenai isu strategis dan proses bisnis yang digelar di Ruang Rapat Bapekat, Sekretariat DPRD Paser, Rabu (18/2/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Sukran Amin, serta didampingi Wakil Ketua Basri Mansyur ini, turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Romif Erwinadi.

Fokus utama pertemuan adalah membedah rencana kerja Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Dinas Perikanan.

Baca juga: DPRD Paser Soroti Timbangan Loading Ramp Sawit Diduga Tak Akurat, Petani Terancam Rugi

Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin, menjelaskan bahwa presentasi rencana bisnis oleh OPD pada awal tahun merupakan instrumen penting dalam fungsi pengawasan legislatif.

"Agenda ini rutin kami lakukan agar ada sinkronisasi antara rencana OPD dengan program prioritas pemerintah daerah. Kami ingin memastikan masukan dari DPRD dapat memperkuat kebijakan tersebut sehingga lebih tepat sasaran," ujar Sukran usai pertemuan.

Berdasarkan hasil pemaparan para kepala dinas, Komisi II menilai masih terdapat celah dalam detail operasional program.

Beberapa sektor dianggap belum menyentuh akar permasalahan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

"Kami melihat ada beberapa program yang belum dibahas secara rinci di tingkat OPD. Padahal, kami ingin program tersebut menjadi solusi konkret," ungkap Sukran.

Ia memberikan catatan spesifik pada dua sektor utama yakni sektor perikanan yang merupakan program kerja wajib menjawab tantangan nyata yang dihadapi para nelayan di Kabupaten Paser.

kemudian Disbunak diminta lebih serius menangani persoalan petani serta melakukan evaluasi mendalam terkait pengelolaan industri ayam petelur yang sedang berjalan.

Baca juga: DPRD Paser Minta Disbunak Tak Kelola Langsung Industri Ayam Petelur, Ini Alasannya

Meskipun secara garis besar program kerja dinilai sudah berada di jalur yang benar (on the track), Sukran menekankan bahwa perbaikan dan evaluasi tetap harus dilakukan demi efektivitas anggaran.

"Intinya kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan melalui program kerja benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Paser," pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved