Berita Paser Terkini
Warga Kuaro Paser Ditemukan Meninggal Usai Hilang Saat Pindahkan Sapi
Warga Kuaro, Paser, ditemukan meninggal dunia usai hilang saat memindahkan tempat mengikat sapi di area perkebunan
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Personel Polsek Kuaro bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga hilang di wilayah Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Korban diketahui bernama Gatot Sunyoto (36), warga Dusun Sei Riye RT 016 Kelurahan Kuaro, yang dilaporkan belum pulang usai pergi memindahkan tempat mengikat sapi di area perkebunan kelapa sawit pada Sabtu (16/5/2026) sore.
Kapolsek Kuaro, IPTU Achmad Gazali Saputra, membenarkan adanya laporan tersebut. Setelah menerima informasi, personel Polsek bersama warga langsung melakukan pencarian dengan menyisir lokasi terakhir korban terlihat.
"Saat di lokasi pencarian, petugas hanya menemukan sepeda motor dan sapi milik korban yang berada di seberang sungai. Sementara keberadaan korban tidak diketahui hingga malam hari, sehingga pencarian harus dihentikan sementara," terang Gazali, Minggu (17/5/2026).
Korban Ditemukan di Pinggir Sungai
Pencarian kembali dilanjutkan hari ini. Sekitar pukul 08.30 WITA, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Baca juga: Lahan Jembatan Seniur II Paser Dihibahkan, Proyek yang Sempat Mangkrak Dilanjutkan
"Jenazah tersangkut di pinggir aliran Sungai Jalan Letjen Suprapto RT 014 Kelurahan Kuaro, sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban menggembalakan sapi," tambahnya.
Korban diduga tenggelam saat berusaha menyeberangi sungai di tengah kondisi hujan deras. Arus yang cukup kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar ikut melakukan pencarian bersama aparat kepolisian hingga malam hari. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat juga menjadi kendala dalam proses pencarian korban.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Setelah dilakukan evakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Kuaro untuk pemeriksaan medis.
"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan akibat tenggelam," tegasnya.
Baca juga: Jelang Porprov Kaltim 2026, Disporapar Paser Desak Kontraktor Selesaikan Venue dalam 5 Bulan
Gazali mengungkapkan, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Ia turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap warga selalu waspada dan tidak mengambil risiko saat menyeberangi sungai," pungkas Gazali. (*)
| Lahan Jembatan Seniur II Paser Dihibahkan, Proyek yang Sempat Mangkrak Dilanjutkan |
|
|---|
| Belajar dari Bandung, DPRD Paser Siapkan Konsep Digital Penanggulangan Kemiskinan Terpadu |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Ganggu Proses Pembangunan Venue untuk Porprov Kaltim |
|
|---|
| 2 Faktor Utama Penyebab Permohonan Paspor Warga Paser Tertinggi di Kaltim |
|
|---|
| Pemkab Paser dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Wujudkan UHC 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260517_Polsek-Kuaro-Evakuasi-korban-hilang-yang-ditemukan-dalam-keadaan-meninggal-dunia.jpg)