Berita Kutim Terkini
Sidak IPA Kabo, Perumdam TTB Kutai Timur Jamin Pasokan Air Bersih Selama Ramadan 2026
Memasuki Ramadan 2026, Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur melakukan sidak ke IPA Kabo untuk memastikan distribusi air bersih tetap lancar.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Perumdam TTB Kutai Timur sidak IPA Kabo untuk menjamin pasokan air bersih selama Ramadan 2026.
- Fokus pada pengecekan intake, pompa distribusi, keamanan aset, dan restorasi unit WTP yang mengalami korosi.
- Perbaikan teknis dan peningkatan fasilitas petugas disiapkan agar layanan tetap optimal 24 jam.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur bergerak cepat menjelang Ramadan 2026 dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Instalasi Pengolahan Air atau IPA Kabo.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tetap aman dan lancar selama bulan suci.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutai Timur, Suparjan, turun langsung meninjau fasilitas pengolahan yang menjadi pusat pasokan air bersih bagi masyarakat Sangatta dan sekitarnya.
Sidak tersebut menjadi bagian dari mitigasi dini agar pelanggan tidak mengalami gangguan layanan saat menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Perumdam TTB Kutim Luncurkan Usaha Air Minum dalam Kemasan, Sediakan 3 Varian Kemasan
Pantauan di lapangan, Suparjan menyisir setiap sudut instalasi.
Ia memeriksa bak pra-sedimentasi, area intake sebagai titik utama pengambilan air baku, hingga kesiapan mesin pompa distribusi yang menyalurkan air ke rumah-rumah warga.
"Kunjungan ini bertujuan memastikan setiap tahapan operasional, mulai dari pengambilan air di sumbernya hingga mengalir ke keran pelanggan, benar-benar tidak menemui kendala teknis yang berarti," ungkap Suparjan, Minggu (22/2/2026).
Selain memastikan kelancaran produksi, perhatian juga diarahkan pada keamanan aset.
Baca juga: Perumdam TTB Kutim Lakukan Perawatan Rutin Selama 5 Hari, Debit Air Menurun di Beberapa Wilayah
Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pemagaran dan pemberian pondasi batas di jalur intake guna menghindari klaim lahan atau gangguan eksternal yang berpotensi menghambat proses produksi.
Aspek kebersihan dan penataan lingkungan kerja juga menjadi sorotan.
Area gudang bahan kimia diminta untuk segera disterilisasi dan ditata ulang agar lebih rapi, sehingga mendukung efektivitas kerja petugas di lapangan.
"Kami juga meminta penambahan kanopi di bagian belakang gedung sebagai area istirahat. Hal ini penting untuk menunjang kenyamanan para petugas yang berjaga 24 jam agar performa kerja mereka tetap maksimal selama Ramadan," terangnya.
Baca juga: Tekan Biaya Operasional, Kebutuhan Air Bersih RS Muara Bengkal Kutim Kini Disuplai Perumdam TTB
Sementara itu, Asisten Manajer Perawatan, Daniel Linggi, telah mencatat sejumlah poin krusial untuk segera ditindaklanjuti.
Fokus utama saat ini adalah restorasi beberapa bagian unit Water Treatment Plant (WTP) yang mulai mengalami korosi.
Tim teknis juga akan melakukan pengokohan dudukan mixer bahan kimia serta meninggikan lantai di ruang pompa.
Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat genangan air atau faktor lingkungan lainnya.
Baca juga: Tantangan Perumdam TTB Kutim Perbaiki Pipa Intake Kabo Jaya
"Kami segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan temuan lapangan ini. Laporan akan langsung diserahkan kepada Manajer Produksi dan Direktur Utama agar eksekusi perbaikan di IPA Kabo bisa segera berjalan tanpa menunda waktu," pungkasnya.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Perumdam TTB Kutai Timur menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan air bersih selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman. (*)
| Pemkab dan DPRD Kutim Sahkan Perda Rencana Pembangunan Industri 2025-2044, Pacu Hilirisasi |
|
|---|
| Kepala Disperindag Kutim Respons soal Kelangkapan BBM Jenis Pertamax, Distribusi ke Daerah Tersendat |
|
|---|
| Ancam Keuangan Daerah, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Curhat ke Wamendagri soal Pemangkasan TKD |
|
|---|
| Indeks Perkembangan Harga di Kutim Awal Mei Turun Jadi 1,63 Poin, TPID Gencarkan Pasar Murah |
|
|---|
| Polres Kutim Ancam Sanksi Tegas Penimbun BBM, SPBU Wajib Gunakan Barcode |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ipa-kabo.jpg)