Rabu, 20 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Rudy dan Seno

Rudy Mas'ud Beber Alasan Beasiswa Gratispol Tak Bisa Cover Semua UKT Mahasiswa

Aksi tersebut menjadi momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud bersama Wakil Gubernur Seno Aji.

Tayang:
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
PROGRAM GRATISPOL - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud saat duduk bersama dengan mahasiswa di halaman kantor Gubernur Kaltim. Senin (23/2/2026). Rudy Masud beber alasan kenapa beasiswa Gratispol tak sepenuhnya gratis 

TRIBUNKALTIM.CO - Program Gratispol kembali menjadi perhatian publik setelah ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (23/2/2026).

Para mahasiswa menyoroti janji kampanye Rudy Masud dan Seno Aji yang dinilai belum terlaksana secara maksimal.

Program Gratispol merupakan janji politik unggulan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud bersama Wakil Gubernur Seno Aji.

Gratispol dirancang sebagai paket kebijakan berbasis pembiayaan gratis atau subsidi pemerintah daerah yang mencakup tujuh sektor, yakni Pendidikan Gratispol Generasi Emas, gratis biaya berobat dan layanan kesehatan, program hidup sehat stunting (PESUT), makan bergizi gratis, pelatihan keterampilan kerja, bantuan perumahan, serta transportasi umum gratis.

Dari tujuh program tersebut, sektor pendidikan menjadi sorotan paling tajam.

Baca juga: Rudy Masud Bersila Temui Mahasiswa, Aliansi GERAM Gelar Demo Setahun Pemerintahan Gubernur Kaltim

Pendidikan Gratispol difokuskan pada bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa di Kalimantan Timur, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam sistem pendidikan tinggi, mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), yaitu sistem pembayaran kuliah per semester yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi.

Karena setiap program studi memiliki UKT berbeda, pembiayaan dari pemerintah daerah juga memiliki batas tertentu.

Menanggapi kritik mahasiswa, Rudy Masud memaparkan capaian program tersebut sejak dirinya resmi menjabat pada 20 Februari 2025.

Ia membandingkan Gratispol dengan program beasiswa periode sebelumnya, yakni Kaltim Tuntas yang dijalankan pada era Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

"Adek-adek semua (mahasiswa), Kaltim Tuntas itu tidak lebih dari 5000 mahasiswa yang menerima manfaatnya. Untuk seluruh masyarakat kalimantan timur," ungkap Rudy di hadapan massa aksi.

Menurutnya, pola distribusi Gratispol berbeda karena dirancang menjangkau lebih luas.

 Ia menyebut pada 2025, meski masuk di pertengahan tahun anggaran berjalan, program tersebut mampu menjangkau 24 ribu mahasiswa. Bahkan pada 2026, jumlah penerima meningkat signifikan.

"Tahun 2025, disaat kami masuk di pertengahan anggaran berjalan, yang bisa disekolahkan oleh Gratispol sebanyak 24 ribu yang jangkauannya hampir seluruh masyarakat Kaltim. Di tahun 2026, program ini sebanyak 158.981 mahasiswa," jelasnya.

Alasan Beasiswa Gratispol Tak Sepenuhnya Gratis

PROGRAM GRATISPOL - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud saat duduk bersama dengan mahasiswa di halaman kantor Gubernur Kaltim. Senin (23/2/2026). Rudy Masud beber alasan kenapa beasiswa Gratispol tak sepenuhnya gratis
PROGRAM GRATISPOL - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud saat duduk bersama dengan mahasiswa di halaman kantor Gubernur Kaltim. Senin (23/2/2026). Rudy Masud beber alasan kenapa beasiswa Gratispol tak sepenuhnya gratis (TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

Terkait besaran bantuan, Rudy Masud menjelaskan tidak semua biaya kuliah dapat ditanggung penuh karena adanya ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved