Minggu, 24 Mei 2026

Ramadan 2026

Takjil di GOR Segiri Samarinda Diuji BBPOM, Bebas Boraks dan Formalin

Panganan buka puasa atau takjil yang dijual di kawasan GOR Segiri Samarinda dipastikan aman dari kandungan boraks dan formalin.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
UJI SAMPEL TAKJIL - Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda sedang mengambil sampel takjil dilapak ramadan di halaman Gor Segiri, Samarinda. Hasilnya, seluruh makanan dinyatakan bebas boraks, formalin, dan zat berbahaya lainnya. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • BBPOM dan Dinkes Samarinda lakukan uji rapid test pada 11 sampel takjil.
  • Seluruh sampel dinyatakan bebas boraks, formalin, Rhodamin B, dan Kuning Metanil.
  • Pengawasan takjil Ramadan 2026 akan berlanjut ke sejumlah daerah di Kaltim.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Panganan buka puasa atau takjil yang dijual di kawasan GOR Segiri Samarinda dipastikan aman dari kandungan boraks dan formalin setelah dilakukan uji sampel oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan guna menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Kepala BBPOM di Samarinda, Agung Kurniawan menjelaskan langkah ini sebagai bentuk upaya bersama Dinas Kesehatan Kota Samarinda dalam melakukan pembinaan dan pengawasan intensif di lapangan.

"Kami bersama-sama lintas sektor bersinergi selaku tim koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan karena ini momen Ramadhan, jadi kegiatan kita fokuskan ke intensifikasi pengawasan," ujarnya.

Baca juga: Ngabuburit, Mitra Grab Bagikan Ratusan Takjil di Samarinda Kaltim

Dalam pengawasan tersebut, petugas mengambil 11 sampel makanan yang dicurigai memiliki potensi kontaminasi bahan berbahaya.

Berbagai jenis kudapan seperti kerupuk, tahu, pentol, ikan asin, cumi, hingga kue dan sirup diperiksa menggunakan rapid test kit.

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan, yakni boraks, formalin, Rhodamin B, dan Kuning Metanil.

Hasil uji di lokasi menunjukkan seluruh sampel di GOR Segiri dinyatakan aman.

Baca juga: Ikon Wisata Belanja Samarinda, Pasar Ramadan GOR Segiri Targetkan UMKM Naik Kelas

"Untuk keseluruhan yang sudah diuji saat ini masih memenuhi syarat bebas dari 4 bahan berbahaya pangan yang sering digunakan yaitu boraks, formalin, Rhodamin B, dan Kuning Metanil," ungkapnya.

Agung menambahkan, agenda rutin ini akan terus berlanjut ke beberapa kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur, seperti Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, hingga Kutai Barat.

Selain pengujian, petugas juga memberikan edukasi dan menempelkan stiker sebagai penanda produk yang memenuhi syarat kesehatan.

"Tentunya kami bersama-sama dengan Dinas Kesehatan ini, harapannya masyarakat juga sekaligus ketika kita melakukan pengujian, kita bersama-sama melakukan edukasi," kata Agung.

Baca juga: 150 Pedagang Ramaikan Pasar Ramadan Segiri Samarinda, Amparan Tatak Jadi Primadona

Kegiatan di GOR Segiri ini menjadi aksi perdana bersama Dinas Kesehatan untuk sesi pertama pengawasan takjil di Samarinda pada Ramadan 2026.

Sebelumnya, pihak BBPOM juga telah bergerak aktif membersamai Wali Kota Samarinda dalam pelaksanaan pengawasan bahan pokok dan barang penting lainnya untuk memastikan stabilitas serta keamanan pangan sejak awal Ramadhan.

Melalui uji sampel ini, warga Samarinda diharapkan tidak perlu lagi merasa was-was saat berburu kudapan berbuka puasa.

"Tentunya ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Samarinda ketika mengakses, mengonsumsi untuk pangan takjil sepanjang bulan Ramadan ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved