Selasa, 14 April 2026

Berita Kubar Terkini

Program Bantuan Beras Berlanjut, Pemkab Kubar Siapkan Skema Penyaluran untuk 2026

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di Kutai Barat

Penulis: Febriawan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
BANTUAN PANGAN KUBAR - Stok beras di Kalimantan Timur untuk program bantuan pangan. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan akan melanjutkan program bantuan beras bagi Keluarga Kurang Mampu (KKM) pada tahun anggaran 2026. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan akan melanjutkan program bantuan beras bagi Keluarga Kurang Mampu (KKM) pada tahun anggaran 2026.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kutai Barat, Adolfus E. Pontus, mengungkapkan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi mereka yang paling terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Baca juga: 1.500 Anak Kurang Mampu di Kutim Bakal Sekolah Gratis Bertaraf Internasional

“Program bantuan beras ini bukan sekadar rutinitas penyaluran, melainkan bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan sosial, khususnya bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujar Adolfus, Kamis (26/2/2026).

Adolfus menegaskan, efektivitas program ini sangat bergantung pada akurasi data.

Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran tanpa adanya tumpang tindih data.

Refleksi Kesuksesan Tahun 2025

Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, Pemkab Kutai Barat sukses menyalurkan bantuan serupa kepada 7.107 keluarga kurang mampu.

Penyaluran tahap akhir yang dirampungkan pada Desember 2025 tersebut menelan total anggaran sebesar Rp1,53 miliar.

Melalui keberlanjutan program di tahun 2026 ini, pemerintah daerah berharap angka kemiskinan di Kutai Barat dapat terus ditekan, sekaligus memastikan tidak ada warga yang mengalami kerawanan pangan di seluruh wilayah Bumi Tapaan Mai. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved