Berita Samarinda Terkini
Dishub Samarinda Prediksi Mobilitas Warga Mulai Memuncak pada H-7 Lebaran
Mobilitas masyarakat tetap diperkirakan meningkat, khususnya pada sepekan sebelum hari raya di Samarinda, Kalimantan Timur
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memprediksi lonjakan kendaraan menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini tidak akan mengalami peningkatan signifikan seperti daerah tujuan mudik besar lainnya.
Namun, mobilitas masyarakat tetap diperkirakan meningkat, khususnya pada sepekan sebelum hari raya.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa pola pergerakan tahunan di Samarinda relatif stabil.
Menurutnya, kepadatan lebih disebabkan aktivitas belanja dan persiapan kebutuhan Lebaran ketimbang arus mudik keluar-masuk kota dalam skala besar.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Logistik Kota Bangun–Muara Muntai Sepanjang 72 km Terus Dikebut
“Kalau dari tahun ke tahun, untuk Samarinda tidak terlalu signifikan. Paling kelihatan itu pada saat masyarakat H-7 hari raya mobilitasnya tinggi dalam persiapan lebaran mereka,” ujarnya pada TribunKaltim.co, Jumat (27/2/2026).
Dishub juga memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan pusat kota dan area pasar tradisional.
“Kalau titik-titik rawan macet di jalur Samarinda itu saat ini ya Pasar Pagi, Pasar Segiri, Pasar Pagi bagian sungai, kemudian di Jalan Pangeran Antasari, Jalan Siraj Salman. Terutama bagian dalam pusat kotanya,” jelasnya.
Kawasan tersebut dinilai menjadi simpul aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga setiap mendekati hari besar keagamaan selalu mengalami lonjakan volume kendaraan.
Terkait kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas atau jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, Manalu menyebut pembahasan resmi belum dilakukan.
Meski demikian, ia memastikan langkah tersebut akan segera dikoordinasikan, termasuk dengan aparat kepolisian.
“Tapi nanti bakal ada pembahasannya. Kita akan langsung share nanti perubahan rekayasa lalu lintas, termasuk koordinasi dengan kepolisian,” katanya.
Selain pengaturan arus kendaraan, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi penerangan jalan umum (PJU). Manalu mengakui banyak lampu penerangan yang padam akibat pencurian kabel.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pencurian lebih banyak menyasar kabel tembaga bawah tanah yang memiliki nilai jual tinggi.
Namun kini, kabel bagian atas pun tak luput dari aksi pencurian, sehingga berdampak pada banyaknya titik gelap di sejumlah ruas jalan.
“Apalagi sekarang kan tembaga yang agak mahal,” ungkapnya.
Terkait antisipasi penerangan menjelang Lebaran, Manalu menegaskan pihaknya berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Ini kami coba memaksimalkan anggota untuk memperbaiki dengan cara semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Belum Terapkan WFH ASN, Tunggu Arahan Walikota Andi Harun |
|
|---|
| 7 Saksi di Sidang Kasus Korupsi KONI Samarinda, Terungkap Ada Praktik Pinjam CV dan Dana Talangan |
|
|---|
| UMKM Minuman dan Kuliner di Samarinda Terhimpit Kenaikan Harga Plastik |
|
|---|
| Dishub Samarinda Siapkan Angkutan Massal, Tarif Mulai Rp1.000 Tanpa Ngetem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2026022_Mudik-Lebaran-2026-di-Kaltim.jpg)