Jumat, 17 April 2026

Sosok

Mengajar Ngaji Gratis Tanpa Digaji, Sumiati Ternyata Alami Himpitan Hidup di Kota Samarinda

Ia adalah Sumiati (49), sosok tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga ‘nyala’ Al-Qur'an di ibu kota Kaltim, meski keterbatasan

TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
SOSOK - Sumiati (49) saat mengajar ngaji anak–anak lingkungan sekitar rumahnya di kawasan Jalan KH Samanhudi (eks Jalan Rajawali), Gang Al Hikam, Kelurahan Pelita Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).(TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Sayup-sayup suara lantunan ayat suci Al-Quran dan bacaan dari buku iqro terdengar dari sebuah gang sempit di kawasan Jalan KH Samanhudi (eks Jalan Rajawali), Gang Al Hikam, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Gang tersebut tepat berada di jalan akses baru eks Bandara Temindung yang dibuka Pemprov Kaltim pada tahun 2024 lalu.

Menapaki jalan gang sempit tersebut, sekitar 300 meter dari jalan utama, rumah kontrakan sederhana bercat putih terpampang spanduk bertuliskan ‘Rumah Pintar Santi, belajar mengaji gratis anak-anak dan orang tua'.

Disana, terlihat seorang wanita paruh baya tampak sangat sabar menyimak bacaan murid-muridnya.

Ia adalah Sumiati (49), sosok tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga ‘nyala’ Al-Qur'an di ibu kota Kaltim, meski keterbatasan dan badai ujian hidup berkali-kali sudah menerpanya.

Baca juga: Gunakan Obat Tetes Mata di Siang Hari Apakah Membatalkan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

“Silahkan masuk mas, selamat datang di rumah saya, disini tempat anak–anak mengaji,” kata Sumiati saat menyambut reporter Tribun Kaltim, Sabtu (28/2/2026).

Sambil menyimak bacaan Al-Quran dan iqro huruf hijaiyah muridnya, Sumiati menceritakan perjalanan menjadi guru ngaji yang dilalui. 

Merantau dari Kota Surabaya sejak tahun 1996 mengikuti sang suami, ia membawa bekal ilmu dari pesantren untuk dibagikan kepada anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya.

Bukan perjalanan mulus tentunya, ujian ekonomi sempat membuatnya terhimpit, Sumiati mengenang masa-masa sulit saat ia harus mengajar dari rumah ke rumah demi menyambung hidup.

Sejak menginjakkan kaki di Kota Tepian, ia telaten menekuni sebagai guru ngaji hingga saat ini, artinya kurang lebih 30 tahun sudah Sumiati mengajar. 

Ia sebelumnya tinggal di Kelurahan Sungai Dama, Kota Samarinda, dan akhirnya berpindah ke hunian yang ditinggalinya untuk mengajar saat ini.

Peristiwa tidak mengenakkan sempat dilalui di kontrakan yang lama, sehingga harus berpindah.

Rumah yang sekarang menjadi tempat puluhan murid mengaji, merupakan hasil pertemuannya dengan seorang dermawan.

Tak disangka, ia dibebaskan dari biaya sewa untuk menempati rumah kontrakan di Gang Al-Hikam ini.

Keterbatasan ekonomi dan himpitan hidup di Kota Samarinda berhasil ia lawan, dengan ikhlas ketika memasrahkan segala takdir pada Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved