Berita Kutim Terkini
Harga Beras di Pasar Induk Sangatta Utara Turun, Disperindag Kutim Jamin Stok Melimpah
Disperindag berkolaborasi melakukan sidak stok beras bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, hingga Polres Kutim
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berkolaborasi melakukan sidak stok beras bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, hingga Polres Kutim.
Tim gabungan ini secara rutin turun ke lapangan untuk memantau fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
Instansi terkait berharap kondisi kondusif ini dapat bertahan hingga pasca-Lebaran nanti.
Pengawasan ketat dilakukan agar tidak ada spekulan yang mencoba bermain dengan stok pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
"Kami berharap harga tetap stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras di pasaran, karena pengawasan terus kami lakukan," tegas Jabatan Fungsional Ahli Madya Disperindag Kutim, Benita, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Kemenag Bontang Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Nilai Tunai Naik Ikuti Harga Beras
Fenomena naik turunnya harga beras di Kabupaten Kutai Timur memang sangat bergantung pada ritme alam di luar daerah.
Sebagai daerah konsumen, Kutim sangat mengandalkan suplai beras dari lumbung pangan di Pulau Jawa dan Sulawesi, sehingga kondisi panen disana menjadi penentu utama harga lokal.
Jika daerah produsen sedang memasuki masa tanam, stok biasanya menipis dan memicu lonjakan harga. Namun, saat ini kondisinya berbalik positif karena daerah pemasok sudah mulai memasuki musim panen raya yang membuat keran pasokan mengalir deras ke Sangatta dan sekitarnya.
"Waktu itu di Sulawesi belum masa panen, sehingga harga naik. Sekarang sudah masuk musim panen, jadi harga mulai turun mengikuti kondisi produksi di daerah asal," jelasnya.
Berdasarkan data terbaru, penurunan harga beras di tingkat pengecer cukup signifikan.
Beras premium yang sempat menyentuh angka Rp17.000 per kilogram kini bisa ditebus warga dengan harga Rp15.400 per kilogram, sementara beras medium turun ke angka Rp14.000 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp16.000 per kilogram.
Margin keuntungan yang diambil para pedagang di pasar pun tergolong tipis demi menjaga daya beli masyarakat.
Di tingkat distributor, beras premium dibanderol seharga Rp15.200 per kilogram, yang berarti pengecer hanya mengambil selisih sekitar Rp200 saja.
Baca juga: Aktivitas Kapal ke Mahulu Sudah Lumpuh 16 Hari, Harga Beras Nyaris Rp1 Juta per Karung
Kepastian ini didapat setelah tim Disperindag melakukan sidak langsung ke tiga distributor besar dan sejumlah gudang ritel.
Hasilnya, ketahanan pangan untuk komoditas beras dinyatakan dalam status sangat aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Idulfitri nanti.
"Stok banyak, sampai Lebaran pun aman. Kami sudah cek langsung ke gudang, ada tiga distributor besar dan stoknya dipastikan mencukupi," pungkasnya.(*)
| WFH ASN Kutai Timur Dimulai, DPRD Tekankan Efisiensi BBM Tanpa Ganggu Layanan |
|
|---|
| Bupati Kutim Lantik Pengurus Kormi 2026-2030, Dorong Olahraga Rekreasi Mendunia |
|
|---|
| Ketua DPRD Kutim Jimmi Beberkan Hasil Retret di Magelang, Ada 3 Poin Utama |
|
|---|
| Ketua DPRD Kutim Jimmi Harap KORMI Jangkau Kecamatan, Sinergi dengan KONI Cetak Atlet Handal |
|
|---|
| Stok BBM di Telen Kutai Timur Masih 7 Ribu Liter, Polisi Jamin Tak Ada Ruang bagi Pengetap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260301-harga-beras.jpg)