Kamis, 23 April 2026

Berita Kutim Terkini

Dinkes Kutim Gandeng BPOM Uji 50 Sampel Bahan Takjil, Cegah Formalin dan Boraks

Pemkab Kutim perketat pengawasan takjil Ramadan, uji 50 sampel cegah formalin dan boraks

TRIBUN KALTIM/Nurila Firdaus
UJI BAHAN MAKANAN - Dinkes Kutim lakukan pengecekan bahan pangan di Sangafta bersama BPOM Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Kutim mulai pengawasan takjil Ramadan 1447 H.
  • Target uji 50 sampel untuk deteksi formalin dan boraks.
  • Depo air minum dan ritel modern turut diperiksa.

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pengawasan takjil Ramadan 1447 H di Kutai Timur resmi dimulai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) guna menjamin keamanan pangan masyarakat. 

Tim gabungan lintas sektor turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang terkonsumsi warga saat berbuka puasa.

Pengawasan difokuskan pada pasar tradisional, lapak pedagang kaki lima, hingga gerai ritel modern yang mengalami lonjakan pengunjung selama Ramadan, khususnya di wilayah Sangatta.

Tim yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, BPOM Samarinda, Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM, dengan dukungan Diskominfo Perstik, Polres Kutai Timur, serta Satpol PP.

“Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang. Takjil yang dibeli harus aman, sehat, dan memiliki izin edar yang jelas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Bandara Uyang Lahai Kutim Belum Diaspal, Pesawat Gagal Mendarat Tiap Kali Hujan

Uji Sampel dan Cek Kemasan

Dalam operasi kali ini, petugas menargetkan sedikitnya 50 sampel makanan dan minuman yang diambil secara acak.

Sampel tersebut diuji langsung di lokasi untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanyl Yellow yang kerap disalahgunakan.

Selain pengujian zat kimia, tim juga memeriksa masa kedaluwarsa, kelayakan kemasan, dan izin edar produk di ritel modern.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

“Pengawasan terpadu seperti ini sangat efektif. Selain melakukan uji sampel cepat, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang tentang pentingnya izin edar dan cara produksi yang higienis,” ujar perwakilan BPOM Samarinda, Heppi Pratama.

Baca juga: Polres Kutim Perketat Pengawasan Bus dan Travel Jelang Mudik Lebaran 2026

Jika ditemukan pelanggaran, tim akan menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai dasar hukum untuk pembinaan atau pemusnahan produk sesuai ketentuan.

Awasi Depo Air Minum

Tak hanya takjil, pengawasan juga diperluas ke depo air minum isi ulang. Monitoring kualitas air dilakukan secara berkala guna memastikan standar higiene dan sanitasi tetap terjaga di tengah meningkatnya konsumsi air selama Ramadan.

“Target kita zero insiden selama Ramadan. Tidak ada kasus keracunan pangan dan tidak ada produk berbahaya yang lolos dari pengawasan,” tegas Yuwana.

Selain penindakan, edukasi kepada pedagang menjadi prioritas agar pelaku usaha tetap berkembang tanpa mengabaikan aspek kesehatan konsumen.

Pemerintah berharap suasana pasar Ramadan yang ramai tetap aman dan sehat bagi seluruh masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved