Berita Kutim Terkini
Dinkes Kutim Gandeng BPOM Uji 50 Sampel Bahan Takjil, Cegah Formalin dan Boraks
Pemkab Kutim perketat pengawasan takjil Ramadan, uji 50 sampel cegah formalin dan boraks
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pengawasan takjil Ramadan 1447 H di Kutai Timur resmi dimulai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) guna menjamin keamanan pangan masyarakat.
Tim gabungan lintas sektor turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang terkonsumsi warga saat berbuka puasa.
Pengawasan difokuskan pada pasar tradisional, lapak pedagang kaki lima, hingga gerai ritel modern yang mengalami lonjakan pengunjung selama Ramadan, khususnya di wilayah Sangatta.
Tim yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, BPOM Samarinda, Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM, dengan dukungan Diskominfo Perstik, Polres Kutai Timur, serta Satpol PP.
“Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang. Takjil yang dibeli harus aman, sehat, dan memiliki izin edar yang jelas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Bandara Uyang Lahai Kutim Belum Diaspal, Pesawat Gagal Mendarat Tiap Kali Hujan
Uji Sampel dan Cek Kemasan
Dalam operasi kali ini, petugas menargetkan sedikitnya 50 sampel makanan dan minuman yang diambil secara acak.
Sampel tersebut diuji langsung di lokasi untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanyl Yellow yang kerap disalahgunakan.
Selain pengujian zat kimia, tim juga memeriksa masa kedaluwarsa, kelayakan kemasan, dan izin edar produk di ritel modern.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Pengawasan terpadu seperti ini sangat efektif. Selain melakukan uji sampel cepat, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang tentang pentingnya izin edar dan cara produksi yang higienis,” ujar perwakilan BPOM Samarinda, Heppi Pratama.
Baca juga: Polres Kutim Perketat Pengawasan Bus dan Travel Jelang Mudik Lebaran 2026
Jika ditemukan pelanggaran, tim akan menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai dasar hukum untuk pembinaan atau pemusnahan produk sesuai ketentuan.
Awasi Depo Air Minum
Tak hanya takjil, pengawasan juga diperluas ke depo air minum isi ulang. Monitoring kualitas air dilakukan secara berkala guna memastikan standar higiene dan sanitasi tetap terjaga di tengah meningkatnya konsumsi air selama Ramadan.
“Target kita zero insiden selama Ramadan. Tidak ada kasus keracunan pangan dan tidak ada produk berbahaya yang lolos dari pengawasan,” tegas Yuwana.
Selain penindakan, edukasi kepada pedagang menjadi prioritas agar pelaku usaha tetap berkembang tanpa mengabaikan aspek kesehatan konsumen.
Pemerintah berharap suasana pasar Ramadan yang ramai tetap aman dan sehat bagi seluruh masyarakat. (*)
Pemkab Kutim
Dinkes Kutim
BPOM
takjil
formalin
Boraks
Satpol PP
Polres Kutim
Kutai Timur
TribunKaltim.co
| Bupati Kutim Ardiansyah Berlakukan WFH Bagi ASN di Hari Jumat, Kecuali Pejabat Eselon III, II dan I |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi di Sangatta Kutim Melonjak, Pedagang dan Warga Keluhkan Penurunan Daya Beli |
|
|---|
| Harga Elpiji Non-subsidi di Kutai Timur Naik, Cek Rincian Harga Terbaru di Sangatta hingga Wahau |
|
|---|
| Keluhan Sopir Travel di Kutim, Harga Dexlite Rp 24 Ribu, Isi Rp 750 Ribu Tak Sampai Setengah Tangki |
|
|---|
| Bupati Kutim Minta Perusahaan Sawit Bangun Refinery di KEK Maloy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260302_Dinkes-Kutim-dan-BPOM-Samarinda-Uji-Bahan-Makanan.jpg)