Jumat, 10 April 2026

Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total di Balikpapan Tertutup Awan, BMKG Ungkap Fakta Blood Moon

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Balikpapan tak terlihat maksimal akibat awan tebal.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
GERHANA BULAN TOTAL - Pemantauan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Kota Balikpapan sempat terkendala cuaca berawan tebal sehingga fase puncak tidak dapat diamati secara langsung. Pemantauan yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan baru berhasil dilakukan saat fase akhir gerhana.(TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Ringkasan Berita:
  • Fase total pukul 19.03–19.33 Wita tidak dapat diamati karena langit Balikpapan berawan tebal.
  • Fenomena bulan kemerahan baru tampak di fase akhir gerhana setelah awan menipis.
  • Gerhana terjadi karena posisi Matahari-Bumi-Bulan segaris dan dapat memengaruhi pasang surut laut.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Puncak Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam tidak dapat diamati secara maksimal di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Cuaca berawan tebal menutup langit saat fase total berlangsung, sehingga fenomena “blood moon” tak terlihat jelas.

Pemantauan yang dilakukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan baru membuahkan hasil saat fase akhir gerhana.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid mengatakan, pada saat fase puncak gerhana yang terjadi sekitar pukul 19.03 hingga 19.33 Wita, langit Balikpapan tertutup awan tebal.

Baca juga: Pemantauan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Balikpapan Tertutup Awan

“Pemantauan gerhana bulan total di Balikpapan sebenarnya pada puncaknya tadi tidak dapat terlihat. Puncaknya sekitar pukul 19.03 sampai 19.33 Wita, namun tertutup awan tebal sehingga tidak bisa diobservasi,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, tim BMKG baru dapat mengamati fenomena tersebut setelah awan mulai menipis pada fase akhir gerhana.

“Di akhir-akhir fase baru kami bisa mengamati, awannya sudah lewat. Walaupun sudah di ujung puncak, kami masih bisa melihat gerhana bulan totalnya,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi di Balikpapan, fenomena gerhana bulan total justru terlihat jelas di sejumlah wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan Total, Lengkap Tata Cara Shalat Khusuf dan Hukumnya

“Di daerah Indonesia Timur seperti Kupang, Ternate, Ambon, Nabire dan Sorong terlihat sangat jelas karena kondisi cuacanya bagus,” katanya.

Ia menjelaskan, fenomena yang sering disebut “blood moon” atau bulan kemerahan terlihat lebih jelas di wilayah tersebut karena langit relatif cerah.

Sementara di Balikpapan, fenomena bulan kemerahan hanya terlihat sebentar pada fase akhir gerhana.

“Kalau di sini blood moon-nya terlihat di akhir-akhir saja, tapi masih bisa kita amati,” tambahnya.

Baca juga: Fenomena Blood Moon, Gerhana Bulan Total Malam Ini bisa Dilihat di Seluruh Indonesia, tak Perlu Alat

Rasmid mengatakan, pemantauan gerhana bulan total di Kalimantan Timur hanya dilakukan di Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan.

“Untuk Kalimantan Timur, pemantauan gerhana bulan total ini hanya dilakukan di Balikpapan,” ujarnya.

Selain aspek visual, ia juga menjelaskan bahwa gerhana bulan dapat berdampak pada pasang surut air laut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved