Selasa, 19 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Hindari Panic Buying di Berau, Dinas Pangan Ajak Warga Bijak Berbelanja

Selama bulan suci Ramadan 1447 hijriah, Dinas Pangan Berau mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak.

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Ilustrasi deretan paket sembako. Selama bulan suci Ramadan 1447 hijriah, Dinas Pangan Berau mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Selama bulan suci Ramadan 1447 hijriah, Dinas Pangan Berau mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kebutuhan bahan pokok yang kerap terjadi setiap Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan merupakan hal yang wajar.

Namun ia menekankan, pola belanja harus tetap terkontrol agar tidak berdampak pada kondisi keuangan rumah tangga, atau memicu kenaikan harga di pasaran.

Baca juga: Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Polres PPU Sisipkan Pesan Kepedulian pada Ramadan

Ia mengajak masyarakat agar membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, bukan karena dorongan sesaat.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menyiapkan daftar belanja sebelum ke pasar atau toko dapat membantu menghindari pembelian yang tidak diperlukan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak. Belilah sesuai kebutuhan dan sebaiknya membawa daftar belanja agar tidak tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, ia juga meminta warga membiasakan diri membandingkan harga sebelum membeli.

Perbedaan harga antar pedagang atau toko bisa saja terjadi, sehingga konsumen perlu lebih cermat agar pengeluaran tetap terkendali.

Ia menilai, kemampuan setiap rumah tangga tentu berbeda. Karena itu, keputusan berbelanja sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tanpa harus memaksakan diri mengikuti pola konsumsi orang lain.

“Kami sarankan masyarakat mengecek dan membandingkan harga terlebih dahulu. Sesuaikan dengan kemampuan, jangan sampai pengeluaran membengkak hanya karena kurang perhitungan,” katanya.

Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga bisa memanfaatkan barang substitusi atau produk alternatif yang harganya lebih terjangkau.

Selama kualitas dan fungsinya sesuai kebutuhan, pilihan tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pengeluaran selama Ramadan.

Ia menegaskan, yang tak kalah penting adalah menghindari panic buying.

Ia mengingatkan, agar masyarakat tetap tenang dan tidak berbelanja secara berlebihan karena kekhawatiran stok akan habis.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved