Berita Samarinda Terkini
62 Warga Samarinda Suspek Campak, Dinkes Instruksikan Penanganan Cepat 24 Jam
Dinkes Samarinda menerbitkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Kota Tepian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan peningkatan kasus yang dicurigai sebagai campak.
Kepala Dinkes Samarinda, dr. Ismed Kusasih, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 62 orang masuk kategori suspek dan tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Ada 62 suspek campak di Samarinda, namun kami masih menunggu hasil resmi dari laboratorium,” ujar dr. Ismed, Minggu (8/3/2026).
Ia menegaskan, penguatan kewaspadaan sangat penting karena campak merupakan penyakit yang sangat menular.
Namun, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi (PD3I).
Baca juga: Kaltim Masuk 10 Provinsi dengan Imunisasi Campak Tertinggi, Ini Daftar Provinsi Terendah 2025
Dalam edarannya, dr. Ismed meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan deteksi dini terhadap pasien yang datang dengan gejala demam dan ruam merah (makulopapular), baik disertai batuk, pilek, maupun mata merah (konjungtivitis).
Dinkes menetapkan standar prosedur yang ketat, di antaranya investigasi epidemiologi wajib dilakukan kurang dari 24 jam sejak kasus ditemukan.
Selain itu, pasien suspek harus dipisahkan dari pasien lain, minimal tujuh hari setelah ruam muncul dan pembatasan kontak dilakukan terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak yang belum lengkap imunisasinya, ibu hamil, dan orang dengan imunitas rendah.
Ia juga meminta dokter penanggung jawab diminta memberikan Vitamin A kepada suspek sesuai pedoman tata laksana medis.
Selain penanganan klinis, Dinkes Samarinda mendorong penguatan surveilans melalui sistem digital seperti SKDR dan NAR All Record untuk memastikan pelaporan real-time.
Baca juga: Upaya DKK Balikpapan Kendalikan Penyakit Campak hingga 0 Kasus, Sedia Vaksin dan Sosialisasi
Fasyankes juga diminta menggencarkan edukasi mengenai pentingnya imunisasi Campak-Rubela (MR). "Kami minta fasilitas kesehatan memastikan kelengkapan status imunisasi anak-anak di wilayah kerja masing-masing dan segera melapor jika ada potensi Kejadian Luar Biasa (KLB)," pungkas dr. Ismed. (*)
| Barang Bukti 36 Perkara Dimusnahkan Kejari Samarinda, Ada Cap Tikus hingga Uang Palsu |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Siap Klaim jadi Pionir ASN AI Pertama di Indonesia |
|
|---|
| Abdunnur Resmi Daftar Calon Rektor Unmul 2026-2030, Klaim Didukung 81 Senator |
|
|---|
| Masuk API Awards 2026, Bukit Steling Samarinda Setor PAD Rp1,6 Juta per Bulan untuk Pemkot |
|
|---|
| Unmul Sikat Semua Lawan di Campus League Samarinda, Amankan Tiket The National Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260308-Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-Samarinda-dr-Ismed-Kusasih.jpg)