Rabu, 13 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Masuk API Awards 2026, Bukit Steling Samarinda Setor PAD Rp1,6 Juta per Bulan untuk Pemkot

Bukit Steling Samarinda mulai menyumbang PAD dan menggerakkan ekonomi warga setelah masuk nominasi API Awards 2026

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Sintya Alfatika Sari
BUKIT STELING PAD - Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda, Diana Pida Juliadi saat diwawancarai Selasa (12/5/2026). Bukit Steling Samarinda mulai menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kota Samarinda setelah mendapatkan pendampingan pengembangan pariwisata dan masuk nominasi API Awards 2026. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:
  • Bukit Steling Samarinda mulai menyetor PAD sekitar Rp1,6 juta per bulan.
  • Masuk nominasi API Awards 2026 dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan.
  • Perputaran ekonomi warga tumbuh melalui sektor kuliner dan usaha kecil masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keberhasilan Bukit Steling Samarinda menembus nominasi 10 besar dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 tidak hanya berdampak pada popularitas destinasi wisata tersebut, tetapi juga mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyebut kawasan wisata yang dikelola kelompok masyarakat tersebut kini mulai menunjukkan hasil konkret setelah mendapatkan pendampingan pengembangan pariwisata.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda, Diana Pida Juliadi, mengatakan Bukit Steling mulai menyetorkan PAD pada dua bulan terakhir setelah program pendampingan berjalan.

Kawasan wisata puncak bukit Steling, kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, Rencananya hasil donasi minyak jelantah dari program Jeng Rinda akan digunakan untuk merevitalisasi tempat wisata tersebut,TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
BUKIT STELING SAMARINDA - Kawasan wisata puncak bukit Steling, Samarinda Ilir. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

“Khusus Steling ini kemarin kita setelah pendampingan baru dua bulan berjalan, jadi mereka sudah menyetor kemarin, setiap bulannya mereka ngasih PAD-nya itu sekitar Rp1,6 juta,” ujarnya.

Potensi PAD Masih Bisa Meningkat

Menurut Diana, besaran kontribusi tersebut masih berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan yang datang ke Bukit Steling, terlebih setelah destinasi itu masuk dalam nominasi API Awards 2026.

Baca juga: Kesaksian Anak Korban Perampokan Modus Kurir Paket di Samarinda, Akui Sempat Ditakuti Pistol

“Tapi itu kan tergantung dari jumlah tiket pengunjung yang ke sana. Mungkin ke depannya apalagi dengan masuknya API ini, mungkin lebih ramai ke depannya,” katanya.

Tak hanya dari sektor tiket masuk, perputaran ekonomi masyarakat di kawasan Bukit Steling juga mulai tumbuh melalui sektor kuliner dan usaha kecil warga sekitar.

“Dari kulinernya juga di sana itu seperti sanggar, yang mungkin pisangnya itu kan dari hasil-hasil mereka,” tuturnya.

Diana menilai salah satu kekuatan utama pengelolaan Bukit Steling adalah kekompakan para pengurus yang terus menjaga kerja sama dalam mengembangkan kawasan wisata tersebut.

Ia mengungkapkan, dibanding sejumlah destinasi wisata lain yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Samarinda, Bukit Steling menjadi salah satu contoh yang dinilai mengalami perubahan paling signifikan setelah mendapatkan pendampingan dari tim ahli pariwisata.

Baca juga: 595 Peserta dari 29 Polda Bakal Bertarung di Judo Kapolri Cup 2026 Samarinda

Pendampingan Wisata Dinilai Berhasil

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa program pendampingan yang melibatkan akademisi dan tenaga ahli pariwisata tidak berjalan sia-sia.

“Sehingga bisa berjalan dengan menghasilkan PAD buat Kota Samarinda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diana menyebut potensi ekonomi di Bukit Steling sebenarnya masih sangat besar apabila dikelola secara optimal, termasuk dari sektor parkir yang dinilai dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

Ia mengatakan pembahasan terkait pengelolaan parkir bahkan pernah dilakukan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari kelurahan, kecamatan hingga Dinas Perhubungan agar dampak ekonomi wisata dapat dirasakan langsung warga sekitar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved