Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

POPULER KALTIM: Campak Terdeteksi di Balikpapan dan Samarinda dan Desakan Pembangunan Flyover Rapak

Berita populer Kaltim 24 jam terakhir: Campak terdeteksi di Samarinda dan Balikpapan dan Bupati Paser terbitkan SE BHR, Selasa (10/3/2026).

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
POPULER KALTIM: Campak Terdeteksi di Balikpapan dan Samarinda dan Desakan Pembangunan Flyover Rapak - pixabaycom-Penyakit-Campak.jpg
pixabay.com
CAMPAK - Ilustrasi terserang penyakit campak. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
POPULER KALTIM: Campak Terdeteksi di Balikpapan dan Samarinda dan Desakan Pembangunan Flyover Rapak - 20260309_Jalan-Kandilo-Bahari-Paser-Kendaraan.jpg
TRIBUN KALTIM/Syaifullah Ibrahim
BHR KEAGAMAAN - Kendaraan yang lalu lalang di Jalan Kandilo Bahari, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (16/1/2026). Pemkab Paser imbau perusahaan berbasis aplikasi beri BHR Keagamaan untuk pengemudi dan kurir online. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM).
POPULER KALTIM: Campak Terdeteksi di Balikpapan dan Samarinda dan Desakan Pembangunan Flyover Rapak - 20260210_Simpang-Rapak-Balikpapan-2026.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
SIMPANG RAPAK BALIKPAPAN - Suasana perkotaan di simpang Rapak, lampu merah dan tanjakan turunan Rapak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang dipayungi awan mendung, Senin (9/2/2026) siang. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Namun, tindakan tersebut bisa menjadi salah satu jalur penularan penyakit, terutama jika orang yang menyentuh bayi sedang membawa virus atau bakteri tanpa disadari.

Virus campak sendiri merupakan virus yang sangat mudah menular melalui percikan droplet atau partikel kecil yang keluar dari saluran pernapasan saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Droplet merupakan istilah medis yang merujuk pada percikan kecil cairan dari mulut atau hidung yang dapat membawa virus atau bakteri penyebab penyakit.

Waspadai Penularan Campak saat Silaturahmi Lebaran

Kemenkes juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan campak ketika berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.

Silaturahmi yang melibatkan banyak orang dalam satu tempat berpotensi menjadi media penyebaran penyakit menular jika terdapat individu yang sedang sakit.

Andi Saguni mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk hadir dalam kegiatan berkumpul jika sedang mengalami gejala penyakit yang mengarah pada campak.

"Hindari kumpul ya apalagi yang menderita (bergejala), kalau ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan ya sebaiknya tidak kumpul-kumpul," tuturnya.

Istilah suspek campak merujuk pada seseorang yang diduga mengalami infeksi campak berdasarkan gejala yang muncul, meskipun belum dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit.

Ruam merupakan perubahan pada permukaan kulit yang biasanya tampak berupa bercak kemerahan yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Jika seorang anak mengalami demam atau menunjukkan tanda-tanda gejala campak, maka orang tua disarankan untuk segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah ini penting agar anak mendapatkan penanganan medis yang tepat sekaligus mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

Penderita Campak Disarankan Tidak Bepergian

Selain membatasi interaksi dengan bayi, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala campak untuk tidak menghadiri berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved