Berita Kaltim Terkini
POPULER KALTIM: Campak Terdeteksi di Balikpapan dan Samarinda dan Desakan Pembangunan Flyover Rapak
Berita populer Kaltim 24 jam terakhir: Campak terdeteksi di Samarinda dan Balikpapan dan Bupati Paser terbitkan SE BHR, Selasa (10/3/2026).
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Kasus campak terdeteksi di Samarinda dan Balikpapan, Kemenkes imbau setop sentuh bayi saat Lebaran.
- Bupati Paser Terbitkan SE Bonus Hari Raya 2026, driver dan kurir online wajib terima bonus Lebaran.
- DPRD Balikpapan dorong pembangunan flyover di Simpang Rapak, prioritas di tengah defisit anggaran.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Selasa (10/3/2026).
Berikut tiga berita paling populer di Kalimantan Timur:
1. Kasus Campak Terdeteksi di Samarinda dan Balikpapan, Kemenkes Imbau Setop Sentuh Bayi saat Lebaran
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Salah satu imbauan yang disampaikan adalah mengurangi kebiasaan menyentuh bayi ketika bersilaturahmi saat Lebaran 2026.
Baca juga: 3 Cara Dinkes Cegah Campak di Kaltim agar Tidak Mewabah, Samarinda dan Balikpapan jadi Sorotan
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan meningkatnya penularan campak ketika masyarakat berkumpul bersama keluarga dan kerabat.
Tradisi silaturahmi yang identik dengan kunjungan antar keluarga saat Idul Fitri sering kali melibatkan interaksi dekat, termasuk kebiasaan menggendong atau menyentuh bayi dan balita.
Padahal, bayi dan anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular, termasuk campak.
Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan bayi selama momen Lebaran 2026.
Peringatan ini juga berkaitan dengan potensi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Idul Fitri, yang dapat mempercepat penyebaran penyakit menular jika tidak diantisipasi dengan baik.
Imbauan Kemenkes untuk Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Bayi
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menekankan bahwa kebiasaan menyentuh bayi ketika bersilaturahmi sebaiknya mulai dikurangi.
Menurutnya, interaksi fisik yang terlalu dekat dengan bayi dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
"Kebisaan asal sentuh anak balita, bayi, terutama lebaran sebaiknya memang dikurangi atau dihindari karena risiko penularan tinggi," ujar Andi saat konferensi pers secara daring, Jumat (6/3/2026).
Kebiasaan menyentuh bayi saat Lebaran sebenarnya cukup umum terjadi di masyarakat Indonesia. Banyak orang yang merasa gemas ketika melihat bayi sehingga secara spontan ingin menggendong, mencium, atau menyentuhnya.
| Baru Awal Kemarau, 77 Titik Panas Sudah Muncul di Kaltim |
|
|---|
| 10 Lokasi di Kalimantan Kebagian Bantuan Pegadaian di HUT ke-125 |
|
|---|
| Makin Mewah dan Retro, New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Spesial Burgundy |
|
|---|
| BPBD Kaltim Waspadai Kemarau Panjang, Puncak Karhutla Diprediksi Juli–September 2026 |
|
|---|
| Tiga Wilayah Ini Jadi Atensi BPBD Kaltim, Kukar, Kutim dan Berau Rawan Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pixabaycom-Penyakit-Campak.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260309_Jalan-Kandilo-Bahari-Paser-Kendaraan.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260210_Simpang-Rapak-Balikpapan-2026.jpg)