Selasa, 21 April 2026

Berita Penajam Terkini

Sudah Telan Anggaran Rp2 Miliar, Pujasera Pasar Nenang PPU Terancam Mangkrak

Bangunan Pusat Jajanan Serba Ada yang berlokasi di kawasan Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, kini terancam mangkrak

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/Nita Rahayu
BELUM DIFUNGSIKAN: Kondisi bangunan Pujasera di kawasan Pasar Induk Nenang, Penajam, yang terpantau sepi dan belum beroperasi, Jumat (13/3/2026). Meski telah rampung sejak 2023 dengan anggaran Rp2 miliar, ketiadaan toilet dan fasilitas air bersih membuat 12 los pedagang di dalamnya belum bisa ditempati. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM — Bangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) yang berlokasi di kawasan Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini terancam terbengkalai.

Meski pembangunannya telah rampung sejak 2023, hingga kini fasilitas tersebut belum pernah dimanfaatkan sama sekali.

Bangunan yang menelan anggaran daerah mencapai Rp2 miliar tersebut terdiri dari 12 los pedagang, yang diproyeksikan mampu menampung hingga 24 pelaku usaha kuliner.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kawasan tersebut belum layak huni bagi pedagang.

Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Saputro, mengakui adanya penundaan operasional kawasan kuliner tersebut. 

Menurutnya, penyebab utama adalah belum tersedianya fasilitas vital penunjang aktivitas publik.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Desa, 32 Gerai Koperasi Merah Putih di PPU Mulai Dibangun, Sebagian Capai 100 Persen

"Fasilitas seperti air bersih, toilet, sanitasi, dan area parkir belum tersedia. Tanpa itu, kawasan kuliner tidak akan berfungsi optimal," jelas Margono, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, kelanjutan pembangunan fasilitas pendukung tersebut terpaksa terhenti sementara akibat keterbatasan kondisi keuangan daerah.

"Untuk saat ini belum bisa kita lanjutkan karena kondisi fiskal. Nanti jika kondisi keuangan membaik, tentu akan menjadi prioritas kembali," tambahnya.

Kekhawatiran akan mangkraknya bangunan ini mulai muncul di tengah masyarakat, mengingat biaya pembangunan yang sudah dikeluarkan cukup besar.

Menanggapi hal itu, Margono menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mengejar asas manfaat dari bangunan tersebut.

Baca juga: Momentum Ramadan, Perusahaan Perkebunan di Paser Perkuat Hubungan Media dan UMKM Lokal

“Barangnya sudah ada, jadi harus kita atur agar tidak terbengkalai. Pemerintah sudah membangun, maka manfaatnya harus didapat oleh masyarakat. Saat ini kami masih menunggu kondisi fiskal yang lebih memungkinkan agar kawasan benar-benar siap digunakan,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved