Berita Kukar Terkini
105 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Kukar hingga Februari 2026, Samboja Tertinggi
Sebanyak 105 kasus suspek campak dilaporkan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hingga akhir Februari 2026.
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebanyak 105 kasus suspek campak dilaporkan terdeteksi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, hingga pekan ke-8 tahun 2026 atau akhir Februari.
Temuan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas, dengan Kecamatan Samboja menjadi daerah dengan jumlah laporan tertinggi.
Data tersebut dihimpun dari laporan rutin fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara.
Meski jumlahnya cukup signifikan, seluruh kasus yang tercatat masih berstatus suspek karena belum melalui konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca juga: 126 Kasus Campak di Kaltim Awal 2026, Kenali Gejala dan Pentingnya Imunisasi Anak
Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (SIPKLB) Dinkes Kukar, Hamdana Yunisar, mengatakan ratusan kasus tersebut masih menunggu proses verifikasi melalui pemeriksaan lanjutan di laboratorium.
“Iya kalau kasusnya ada. Sampai minggu ke-8 itu yang baru direkap ada 105 kasus, tapi ini masih suspek karena belum ada hasil laboratoriumnya,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pencatatan kasus dilakukan melalui mekanisme surveilans kesehatan yang bersumber dari laporan mingguan fasilitas pelayanan kesehatan.
Seluruh laporan tersebut kemudian dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) sebagai bagian dari upaya pemantauan penyakit menular oleh Dinas Kesehatan.
Baca juga: Kasus Suspek Campak di Balikpapan Capai 200, Warga Diminta Segera Imunisasi
Dari total 32 puskesmas yang ada di wilayah Kutai Kartanegara, sejumlah wilayah kerja dilaporkan menemukan kasus suspek campak.
Wilayah dengan jumlah temuan terbanyak berada di Kecamatan Samboja.
Berdasarkan laporan yang masuk melalui SKDR, Rumah Sakit Abadi Samboja mencatat jumlah suspek paling tinggi.
“Yang paling tinggi ditemuan kasusnya itu di wilayah Samboja. Dari laporan SKDR, di Rumah Sakit Abadi Samboja saja ada 38 suspek,” jelasnya.
Baca juga: Kutai Timur Berstatus KLB Campak, Tercatat 105 Kasus hingga Maret 2026, Dinkes Kejar Imunisasi
Selain di rumah sakit tersebut, laporan kasus juga datang dari beberapa fasilitas kesehatan lain yang berada di wilayah yang sama.
Puskesmas Samboja tercatat melaporkan delapan kasus suspek campak, disusul Puskesmas Sungai Merdeka dengan 12 kasus, serta Puskesmas Handil Baru yang melaporkan 10 kasus.
Menurut Hamdana, tingginya temuan kasus di wilayah Samboja berkaitan dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
| 15 Jabatan Kepala OPD di Kukar Segera Terisi, Pemkab Terapkan Sistem Manajemen Talenta |
|
|---|
| Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kukar, Ada Tanam Pohon hingga Peresmian Kantor Desa |
|
|---|
| Bukti Keseriusan Tangani Peredaran Narkotika di Kukar, Polsek Loa Kulu Musnahkan 3,3 Kg Ganja |
|
|---|
| Kebakaran Warung di KM 38 Samboja Kukar Diduga karena Kebocoran Gas |
|
|---|
| Inilah Nasib Program RT Ku Terbaik di Tengah Terbatasnya Anggaran Pemkab Kukar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260311_campak-gejala.jpg)