Jumat, 17 April 2026

Berita Kaltim Terkini

DPRD Kaltim Geram, Abdulloh: Truk ODOL dan Hauling Batubara Bikin Jalan Provinsi Hancur

DPRD Kaltim menyoroti rusaknya jalan provinsi yang diduga akibat truk hauling batubara dan kendaraan bermuatan lebih

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
JALAN PROVINSI RUSAK - Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh geram karena masih didapati laporan adanya truk ODOL hingga hauling melalui jalan umum. (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Kaltim menyoroti kerusakan jalan provinsi yang diduga dipicu kendaraan bermuatan lebih dan truk hauling batubara.
  • Pengawasan telah dilakukan bersama Dishub dan Satpol PP, namun pelanggaran masih sering terjadi.
  • DPRD menegaskan jalan provinsi tidak diperuntukkan bagi aktivitas hauling tambang.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keluhan mengenai rusaknya infrastruktur jalan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuat.

Kali ini, nada bicara Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, terdengar agak meninggi saat menanggapi kondisi jalan provinsi yang cepat rusak meski sudah diperbaiki sesuai spesifikasi.

Penyebab utamanya diduga kuat karena aktivitas kendaraan bermuatan lebih atau over dimensi dan over capacity (ODOL) serta truk hauling batubara yang masih nekat melintas di jalur umum.

Truk Overload dan Hauling Disorot

Politisi Partai Golkar tersebut tidak menyembunyikan kekesalannya terhadap perilaku sejumlah pengguna jalan yang dinilai tidak tertib aturan.

Dari sisi teknis, menurut laporan dinas terkait yang diterimanya, pembangunan jalan di Kalimantan Timur sebenarnya telah direncanakan dan diawasi dengan ketat sesuai standar yang berlaku.

Baca juga: Transfer Pusat Menyusut, DPRD Kaltim Andalkan PAD dari Aktivitas Sungai Mahakam

Namun, kekuatan aspal dan beton jalan seolah tidak mampu menahan tekanan kendaraan berat yang melintas di luar ketentuan kapasitas jalan.

“Kualitas itu kan sudah ada spesifikasi. Perencanaan dan pengawasan juga sudah mengikuti standar. Pengguna jalan inilah yang harus diatur,” tegasnya, Minggu (15/3/2026).

Praktik Kucing-Kucingan di Lapangan

Abdulloh juga menyoroti praktik “kucing-kucingan” yang kerap dilakukan oleh oknum sopir truk hauling batubara untuk menghindari pengawasan petugas.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan aparat di lapangan sering kali disiasati dengan memanfaatkan waktu malam hari untuk melintas di jalur umum.

“Jalan provinsi dilewati hauling batubara misalnya, ya tidak lama hancur. Siang diawasi, malam beroperasi,” tukasnya.

Baca juga: DPRD Kaltim Dukung Pemberlakuan Aturan Baru Komdigi, Orangtua Benteng Utama

Fenomena ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan yang sebenarnya telah dibangun dengan standar teknis tertentu.

DPRD Lakukan Pengawasan dan Sidak

DPRD Kalimantan Timur melalui Komisi III sebenarnya tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved