Senin, 18 Mei 2026

Jelang Mudik Lebaran

Terminal Samarinda Seberang Tidak Melayani Keberangkatan Tepat di Hari H Lebaran Idul Fitri

Terminal Tipe A Samarinda Seberang mulai mempersiapkan berbagai fasilitas operasional guna memastikan kelancaran pelayanan transportasi darat

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN KALTIM/Sintya Alfatika Sari
ARUS MUDIK -  Suasana Terminal Tipe A Samarinda Seberang,  Senin (16/3/2026). Menjelang arus mudik Lebaran, sebanyak 67 armada bus disiapkan untuk melayani rute Samarinda menuju Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI)  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Terminal Tipe A Samarinda Seberang mulai mempersiapkan berbagai fasilitas operasional guna memastikan kelancaran pelayanan transportasi darat antarprovinsi. 

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, menjelaskan bahwa puluhan unit bus telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dari Samarinda menuju Kalimantan Selatan.

“Di sini ada 3 PO yang untuk AKAP (antar kota antar provinsi) ada juga Damri 1, tapi yang saat ini beroperasi 3 PO ini karena Damri pemberangkatan langsung dari Jalan AW Syahranie,” ujarnya, Senin (16/3/2026). 

Terminal tersebut, kata Yunita, melayani rute AKAP dari Samarinda menuju Terminal Gambut Barakat di Kalimantan Selatan dengan sistem perjalanan pulang pergi.

Meski demikian, jumlah pasti armada yang berangkat setiap harinya tidak dapat ditentukan secara tetap, lantaran bergantung pada kebutuhan penumpang serta pengaturan dari masing-masing perusahaan otobus.

Baca juga: 167 CCTV Disiapkan Dishub Balikpapan Awasi Arus Mudik, Ada Kamera Khusus Deteksi Parkir Ilegal

“Karena pemberangkatannya setiap hari terjadwal dan itu jumlahnya berbeda tergantung dari jumlah kebutuhan dari para penumpang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa armada pada dasarnya selalu tersedia, namun tetap harus melalui pengecekan kelayakan sebelum dioperasikan.

Selain itu, jadwal keberangkatan juga dipengaruhi oleh sistem perjalanan armada yang tidak sepenuhnya dimulai dari Samarinda.

Dengan sistem tersebut, ketersediaan armada disesuaikan dengan jumlah permintaan perjalanan dari masyarakat.

“Intinya jumlah permintaan perjalanan orangnya baru ketersediaan busnya diatur sedemikian rupa,” katanya.

Terkait tarif perjalanan, Yunita memastikan tidak ada kenaikan harga tiket menjelang periode mudik tahun ini.

“Untuk harga tiketnya sendiri sejak awal tidak ada kenaikan memang harganya stabil konstan saja Rp300.000 dan Rp330.000 untuk via Batu Licin. Untuk pilihan perjalanan ada jam-jam keberangkatannya, sudah dipampang,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi setiap memasuki momentum besar seperti Lebaran maupun libur akhir tahun. Data pergerakan armada pun mulai terlihat sejak hari pertama pembukaan posko mudik.

“Hari pertama di tanggal 13 Maret kemarin itu 9 unit. Hari keduanya 12 unit,” katanya.

Posko pengawasan tersebut, lanjut Yunita, berlangsung sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan mulai tanggal 13-30 Maret 2026 mendatang. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved