Jumat, 24 April 2026

Berita Paser Terkini

Kasus Campak Mulai Muncul di Kaltim, Dinkes Paser Ingatkan Pola Hidup Sehat

Dinkes Paser mengingatkan warga waspada campak dan DBD di musim pancaroba dengan menjaga pola hidup sehat

Freepik
CAMPAK DI KALTIM - Ilustrasi penyakit campak. Dinkes Paser imbau masyarakat waspada penyakit yang muncul di musim pancaroba. (HO) 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Paser mengimbau masyarakat waspada campak dan DBD.
  • Kasus campak mulai muncul di sejumlah wilayah Kaltim.
  • Gerakan 3M dan pola hidup bersih jadi kunci pencegahan.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Waspada campak dan DBD di Paser saat musim pancaroba menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser di tengah meningkatnya potensi penyakit menular.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mewaspadai penyakit campak, tetapi juga penyakit lain yang rawan muncul di musim pancaroba.

Saat ini, penyakit campak sudah mulai merambah ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dengan jumlah kasus yang bervariasi di sejumlah daerah.

Campak Mulai Muncul di Kaltim

Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa penyebaran campak mulai terdeteksi di beberapa wilayah Kaltim.

Ia meminta masyarakat tetap waspada dengan menjaga pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit.

Baca juga: Sopir Angkutan Umum dan Online Jadi Target Utama Tes Urine BNK Paser Jelang Mudik Lebaran

"Kami di Dinkes tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan maupun desa. Himbauan dan instruksi kami lebih diarahkan ke sana agar pelayanan kesehatan maksimal bisa diberikan kepada masyarakat," terang Amri, Rabu (18/3/2026).

Selain campak, Dinkes Paser juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang kerap meningkat saat musim peralihan.

Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit tersebut.

"Penyakit yang perlu diwaspadai bukan hanya campak, tetapi juga demam berdarah dengue (DBD) yang kerap meningkat pada musim peralihan," imbuhnya.

Amri menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk menerapkan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur.

Baca juga: Bulog Paser Salurkan 458 Ton Beras dan Minyak Goreng ke 22.913 Warga

Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah berkembangnya jentik nyamuk yang menjadi penyebab utama penyebaran DBD.

"Biasanya penyakit seperti DBD muncul karena berkembangnya jentik nyamuk di sampah, kaleng, atau plastik yang tergenang air," ulasnya.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar menjadi langkah sederhana namun penting dalam menekan risiko penularan penyakit.

Peran Fasilitas Kesehatan dan Lintas Sektor

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved