Mudik Lebaran
Berau-Tarakan Kini Hanya 3 Jam dengan Speedboat Baru, Cek Fasilitas Keamanannya
Andi Marewangeng, menyatakan bahwa transformasi transportasi laut ini merupakan langkah besar di Berau, Kalimantan Timur
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Konektivitas antarwilayah kini semakin efisien dengan hadirnya armada speedboat baru yang melayani rute Berau menuju Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, menyatakan bahwa transformasi transportasi laut ini merupakan langkah besar untuk mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah.
"Pada prinsipnya kita membuka seluas-luasnya usaha demi kemajuan Kabupaten Berau. Yang kita jual adalah pariwisata dan ekonomi," ujarnya kepada TribunKaltim.co, (19/3/2026) di Berau.
Jika sebelumnya perjalanan menggunakan kapal memakan waktu hingga 8 jam, kini dengan armada speedboat berkapasitas mesin besar (250 PK), perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu 3 jam.
Baca juga: 17 Bus Damri Siap Angkut Penumpang Mudik Lebaran 2026 dari Terminal Tanjung Selor
Berdasarkan uji coba langsung yang dilakukan Andi, rute dari Tarakan menuju Tanjung Batu hanya memakan waktu sekitar 2 jam 10 menit.
Setelah transit singkat, perjalanan dilanjutkan ke Berau dengan total estimasi waktu tidak sampai 3 jam dalam kondisi normal.
"Kemarin saya ikut langsung, berangkat jam 11 siang. Totalnya sekitar 3 jam, paling lambat 3,5 jam," bebernya.
"Tapi kalau kondisi normal, tidak sampai 3 jam sudah sampai," jelasnya.
Andi menekankan bahwa keselamatan penumpang adalah harga mati.
Dishub Berau telah memasang infrastruktur pendukung berupa repeater di Tanjung Batu untuk memastikan komunikasi tetap lancar meski berada di tengah laut.
Setiap speedboat wajib memiliki perangkat radio untuk berkomunikasi melalui repeater di titik Sangalaki dan Semama.
"Armada besar kini sudah dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS) dan komunikasi satelit yang terpantau secara real-time," bebernya.
Menurutnya armada yang beroperasi memiliki kapasitas 62 kursi penumpang dan meskipun memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk tumbuh, Andi Marewangeng mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan administrasi.
Hal ini kata dia berkaca pada adanya laporan mengenai speedboat liar yang belum melapor ke Dishub.
"Kita ingin pariwisata nyaman dan keselamatan terjaga. Contohnya harus tertib administrasi, semua jalan (sesuai aturan)," bebernya.
"Kita berdoa jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di tempat lain," pungkasnya. (*)
| Momen Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ada Penumpang Bingung Cari Penjemput |
|
|---|
| Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam |
|
|---|
| Arus Lalu-lintas Samarinda Meningkat, Arena Jembatan Mahkota 2 dan Big Mall jadi Titik Kepadatan |
|
|---|
| Mobilitas Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Melandai tanpa Lonjakan Ekstrem |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran H+4 Lebaran 2026 Lengang, Penumpang Pelabuhan Kariangau Turun 55 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260122_-Speedboat-milik-Dinas-Perhubungan-Kabupaten-Mahakam-Ulu.jpg)