Sabtu, 11 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Nyepi Berbarengan Idul Fitri di Samarinda, PHDI Tekankan Pentingnya Harmoni Antarumat Beragama

Momentum perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu tahun ini di Kota Samarinda terasa sangat spesial karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa

TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
NYEPI -  Ilustrasi suasana menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis 19 Maret 2026 di di Pura Jagat Hita Karana Jalan Sentosa Kota Samarinda, Rabu (18/3/2016).(TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Momentum perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu tahun ini di Kota Samarinda terasa sangat spesial karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Menyikapi dua agenda besar keagamaan yang berjalan beriringan ini, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda memberikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga harmoni dan toleransi.

Sekretaris PHDI Samarinda, I Made Subamia berujar bahwa momen ini waktu ibadah berbarengan ini bukanlah sebuah tantangan.

Melainkan anugerah untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama khususnya di Ibu Kota Kaltim.

"Tentu ini ialah momen yang sangat indah. Di satu sisi saudara kita umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, dan di sisi lain umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian," ujar I Made Subamia, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Video Viral Pawai Ogoh-Ogoh di Tenggarong, Kemeriahan Sambut Hari Raya Nyepi 2026

Pihak PHDI menekankan bahwa esensi dari kedua ibadah ini sebenarnya memiliki kemiripan, yaitu pengendalian diri dan refleksi spiritual.

Umat Hindu di Samarinda diminta untuk menjalankan Catur Brata Penyepian dengan penuh kedamaian tanpa mengganggu kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah di masjid-masjid.

"Kami mengimbau umat Hindu untuk tetap fokus pada tapa brata di dalam rumah masing-masing, sehingga tercipta suasana yang tenang dan nyaman bagi semua pihak," sambungnya.

Untuk memastikan kedua ibadah berjalan lancar, PHDI Samarinda juga mengimbau umat Hindu yang merayakan Nyepi tetap menghargai aktivitas ibadah di penghujung Ramadan ini.

Momentum ini dijadikan sebagai ajang pembuktian bahwa warga Samarinda sangat dewasa dalam menyikapi perbedaan keyakinan.

I Made Subamia berharap kerukunan yang sudah mendarah daging di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Remisi Nyepi 2026 di Lapas Tarakan, Hanya Dua Napi Penuhi Syarat

"Mari kita tunjukkan bahwa di Samarinda, perbedaan itu indah. Kita bisa saling menjaga, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai dalam semangat moderasi beragama," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved