Berita Samarinda Terkini
Nyepi Berbarengan Idul Fitri di Samarinda, PHDI Tekankan Pentingnya Harmoni Antarumat Beragama
Momentum perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu tahun ini di Kota Samarinda terasa sangat spesial karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Momentum perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu tahun ini di Kota Samarinda terasa sangat spesial karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Menyikapi dua agenda besar keagamaan yang berjalan beriringan ini, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda memberikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga harmoni dan toleransi.
Sekretaris PHDI Samarinda, I Made Subamia berujar bahwa momen ini waktu ibadah berbarengan ini bukanlah sebuah tantangan.
Melainkan anugerah untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama khususnya di Ibu Kota Kaltim.
"Tentu ini ialah momen yang sangat indah. Di satu sisi saudara kita umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, dan di sisi lain umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian," ujar I Made Subamia, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Video Viral Pawai Ogoh-Ogoh di Tenggarong, Kemeriahan Sambut Hari Raya Nyepi 2026
Pihak PHDI menekankan bahwa esensi dari kedua ibadah ini sebenarnya memiliki kemiripan, yaitu pengendalian diri dan refleksi spiritual.
Umat Hindu di Samarinda diminta untuk menjalankan Catur Brata Penyepian dengan penuh kedamaian tanpa mengganggu kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah di masjid-masjid.
"Kami mengimbau umat Hindu untuk tetap fokus pada tapa brata di dalam rumah masing-masing, sehingga tercipta suasana yang tenang dan nyaman bagi semua pihak," sambungnya.
Untuk memastikan kedua ibadah berjalan lancar, PHDI Samarinda juga mengimbau umat Hindu yang merayakan Nyepi tetap menghargai aktivitas ibadah di penghujung Ramadan ini.
Momentum ini dijadikan sebagai ajang pembuktian bahwa warga Samarinda sangat dewasa dalam menyikapi perbedaan keyakinan.
I Made Subamia berharap kerukunan yang sudah mendarah daging di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Baca juga: Remisi Nyepi 2026 di Lapas Tarakan, Hanya Dua Napi Penuhi Syarat
"Mari kita tunjukkan bahwa di Samarinda, perbedaan itu indah. Kita bisa saling menjaga, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai dalam semangat moderasi beragama," pungkasnya. (*)
| Cemburu Buta, Pria di Samarinda Nekat Parang Teman Sendiri di Guest House |
|
|---|
| KNPI Samarinda Kritik Pemprov Kaltim, Ronni Hidayatullah: Bankeu Dipangkas, BPJS Warga Terancam |
|
|---|
| UT Samarinda Bekali Lulusan Hadapi Era AI Lewat Seminar Akademik |
|
|---|
| 49.742 Warga Samarinda Korban Kebijakan Pemrov Kaltim, Andi Harun Tolak Pengalihan Beban Iuran JKN |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Pertanyakan Kebijakan Redistribusi JKN Pemprov Kaltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260320-Nyepi.jpg)