Kebakaran Pasar Segiri Samarinda
Pedagang Pasar Segiri Samarinda Minta Andi Harun Bangunkan Atap Darurat agar Bisa Jualan
Puing-puing sisa kebakaran masih berserakan di ruko Pasar Segiri, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puing-puing sisa kebakaran masih berserakan di ruko Pasar Segiri, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, setelah api meluluhlantakkan puluhan kios pada Kamis (26/3/2026) dini hari.
Di antara dinding beton yang menghitam, para pedagang kini harus memutar otak untuk tetap bertahan hidup, termasuk Arjuna, salah satu pemilik ruko yang telah menggantungkan nasibnya di pasar ini sejak tahun 1993.
Arjuna menceritakan bagaimana sang jago merah dengan cepat melahap tempat usahanya yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Saat kejadian, situasi begitu mencekam dan asal muasal api masih menjadi tanda tanya besar bagi para penghuni pasar.
Baca juga: Kebakaran Pasar Segiri Samarinda Berulang, Andi Harun Singgung Konflik Fungsi Ruang dan Peremajaan
"Kejadiannya itu api dari tengah. Tapi apakah gara-gara ada api atau korsleting listrik, tidak tahu. Yang jelas kejadian awalnya api dari tengah," ungkapnya, Kamis (26/3/2026).
Kehilangan ruko bukan perkara kecil bagi Arjuna. Sebagai pedagang udang dan es batu untuk kebutuhan pendingin ikan dan gilingan daging, perputaran uang di kiosnya tergolong besar.
Dengan omzet mencapai Rp10 juta per hari, kebakaran ini otomatis memutus urat nadi penghasilannya dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Ya, mungkin aku seratusan, karena saya jual es batu juga, itu habis semuanya tuh, rukonya habis, bangunannya habis, terus alat-alat kena juga," jelasnya sembari menunjukkan area usahanya yang kini tak lagi beratap.
Kehadiran Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat meninjau lokasi kebakaran pada Kamis 26 Maret 2026 siang membawa secercah harapan bagi para pedagang.
Dalam kesempatan tersebut, Arjuna meminta langsung kepada orang nomor satu di kota Tepian itu untuk membangunkan atap darurat agar mereka bisa segera beraktivitas kembali.
"Tadi saya minta supaya bisa digantikan atap aja dulu. Yang penting ada atap supaya tidak kena hujan sama panas kan," ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda sebenarnya memiliki rencana jangka panjang untuk revitalisasi total Pasar Segiri sebagai pusat logistik kota.
Namun, Arjuna mendapat informasi bahwa rencana besar tersebut berbenturan dengan efisiensi anggaran tahun ini.
Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa para pedagang pada dasarnya kooperatif jika memang relokasi harus dilakukan demi pembangunan yang lebih baik ke depannya.
"Kalau pedagang kami siap, apalagi waktu-waktu begini. Andai kan misalnya pemkot mau selesaikan (revitalisasi pasar segiri), malah tambah bagus. Yang penting pedagang direlokasi dulu, dicarikan tempat untuk usaha kembali, itu saja," tuturnya.
| Usai Kebakaran Pasar Segiri Samarinda, Polisi Dalami Dugaan Korsleting Listrik |
|
|---|
| Omset Rp10 Juta per Hari Lenyap, Pedagang Pasar Segiri Samarinda Minta Percepat Lapak Sementara |
|
|---|
| Cegah Inflasi, Pemkot Samarinda Targetkan Pembersihan Puing Kebakaran Pasar Segiri Rampung 2 Hari |
|
|---|
| Disdag Samarinda Data Ruko dan Kios Pasar Segiri yang Terbakar, Pembangunan Semi Permanen Dipercepat |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Percepat Pemulihan Pasar Segiri, Lakukan Pembersihan dan Bangun Pasar Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260326_Korban-Kebakaran-di-Samarinda-Kalimantan-Timur-2026.jpg)