Sabtu, 11 April 2026

Kebakaran Pasar Segiri Samarinda

Disdag Samarinda Data Ruko dan Kios Pasar Segiri yang Terbakar, Pembangunan Semi Permanen Dipercepat

Samarinda memastikan proses pendataan pedagang terdampak kebakaran Pasar Segiri yang terjadi Kamis 26 Maret 2026 telah dilakukan

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
KEBAKARAN PASAR SEGIRI - Kondisi Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur pasca-kebakaran Kamis (26/3/2026). Aktivitas pembersihan terus dilakukan untuk mempercepat pembangunan kembali lapak pedagang agar roda distribusi pangan di Kota Tepian segera pulih.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda memastikan proses pendataan pedagang terdampak kebakaran Pasar Segiri yang terjadi Kamis 26 Maret 2026 telah dilakukan sebagai dasar penataan ulang dan percepatan pembangunan fasilitas pengganti.

Pemerintah menargetkan pemulihan aktivitas perdagangan dapat berlangsung cepat melalui pembangunan lapak semi permanen yang lebih fungsional.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 25 unit ruko serta 142 kios di area los tengah terdampak kebakaran.

"Karena ada beberapa yang berkelompok jadi satu. Jadi kita sudah posisikan jumlahnya, itu yang nanti kita sandingkan dengan PUPR," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Samarinda Percepat Pemulihan Pasar Segiri, Lakukan Pembersihan dan Bangun Pasar Sementara

Ia menjelaskan, skema pengelompokan pedagang tersebut disusun untuk mempermudah perencanaan teknis pembangunan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk dalam pengaturan sekat antar lapak.

Terkait relokasi sementara, Nurrahmani mengungkapkan bahwa mayoritas pedagang tidak menjadikannya sebagai kebutuhan mendesak. Mereka lebih menginginkan percepatan pembangunan agar dapat segera kembali berjualan.

"Ketika kita ngobrol dengan pedagang itu tidak menjadi esensial bagi mereka. Mereka hanya menyatakan cepat bangunkan agar kami bisa cepat berjualan kembali," ungkapnya.

Pemerintah pun menargetkan pembangunan lapak semi permanen dapat diselesaikan dalam waktu singkat dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

"Kita berharap dengan kondisi seperti ini cepat dibangunkan semi permanen. Saya pikir sebulan selesai karena ini dikeroyok dari BPBD dll," ujarnya.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Pasar Segiri, Janji Bangun Ulang

Namun demikian, opsi penempatan sementara di bagian dalam pasar dinilai kurang diminati pedagang, mengingat karakter aktivitas mereka sebagai pedagang grosir.

"Karena kalau yang di dalam kan sifatnya eceran sedangkan mereka ini kan di sini grosiran," jelasnya.

Nurrahmani juga menegaskan bahwa kejadian kebakaran ini turut memperkuat dorongan percepatan revitalisasi Pasar Segiri yang sebelumnya telah direncanakan oleh Pemkot Samarinda.

"Kita sampaikan bahwa rencana itu tetap ada. jadi di harapkan makanya bangunannya juga posisinya semi permanen mungkin diharapkan sama yang seperti di sana dan fokusnya bukan berarti mengabaikan teman-teman yang ruko. Kami fokusnya posisi los yang di tengah dulu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved