Rabu, 6 Mei 2026

Kebakaran Pasar Segiri Samarinda

Usai Kebakaran Pasar Segiri Samarinda, Polisi Dalami Dugaan Korsleting Listrik

Api yang muncul secara tiba-tiba langsung membesar dan dengan cepat menjalar ke sejumlah kios hingga rumah toko (ruko) di area tengah pasar

Tayang:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FARIKHIN
KEBAKARAN - Suasana pasca kebakaran yang melanda di Pasar Segiri, Kota Samarinda. Kamis (26/3/2026) Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FARIKHIN) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebakaran besar yang melanda kawasan Pasar Segiri Samarinda pada Kamis (26/3/2026) dini hari lalu menghanguskan puluhan bangunan dan memicu kepanikan di kalangan pedagang serta warga sekitar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.10 WITA, saat aktivitas pasar mulai menggeliat.

Api yang muncul secara tiba-tiba langsung membesar dan dengan cepat menjalar ke sejumlah kios hingga rumah toko (ruko) di area tengah pasar.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 20 kios dan 24 ruko dilaporkan hangus terbakar. Sebagian besar bangunan yang terdampak berada di titik pusat aktivitas perdagangan, khususnya lapak sayur-mayur yang dikenal padat dan dipenuhi material mudah terbakar.

Kapolsek Samarinda Ulu, Wawan Gunawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sumber api pertama kali terlihat dari area kios sayur.

Baca juga: Omset Rp10 Juta per Hari Lenyap, Pedagang Pasar Segiri Samarinda Minta Percepat Lapak Sementara

“Dari keterangan saksi, dugaan sementara api berasal dari tengah kios, diduga akibat korsleting listrik,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah langkah investigasi tengah dilakukan guna memastikan sumber api secara akurat dan komprehensif.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk memastikan penyebab pasti, tidak menutup kemungkinan akan melibatkan tim laboratorium forensik (Labfor),” tambahnya.

Kobaran api yang cepat membesar diduga dipicu oleh kondisi bangunan pasar yang padat serta penggunaan material yang mudah terbakar. Selain itu, waktu kejadian yang bertepatan dengan mulai ramainya aktivitas pasar turut memperparah situasi.

Sejumlah pedagang yang sudah berada di lokasi berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka. Namun, cepatnya pergerakan api membuat sebagian besar tidak mampu menyelamatkan harta benda.

Kepanikan pun tak terhindarkan. Warga yang berada di sekitar lokasi berlarian menjauh dari titik api, sementara sebagian lainnya mencoba membantu proses evakuasi secara mandiri.

Beberapa saksi juga mengaku mendengar suara ledakan dari dalam area pasar. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas atau kendaraan bermotor yang ikut terbakar di tengah kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan. Puluhan armada diterjunkan untuk menjinakkan api yang terus membesar dan menjalar ke bangunan lain.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat kompleksitas lokasi serta akses yang terbatas di dalam pasar. Petugas harus berjibaku menembus jalur sempit untuk menjangkau titik api yang berada di bagian dalam.

Setelah upaya intensif selama beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Meski demikian, sisa-sisa kebakaran masih menyisakan kepulan asap di sejumlah titik.

Baca juga: Cegah Inflasi, Pemkot Samarinda Targetkan Pembersihan Puing Kebakaran Pasar Segiri Rampung 2 Hari

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved