Jumat, 10 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Andi Harun Optimis Air Bersih Samarinda Capai 100 Persen pada 2029

Walikota Samarinda Andi Harun optimistis layanan air bersih untuk masyarakat bisa mencapai 100 persen pada 2029.

|
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
CAPAIAN AIR BERSIH - Walikota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan capaian layanan air bersih yang telah mencapai 84 persen serta optimisme target 100 persen pada 2029 dapat terealisasi, usai menghadiri Halal Bihalal bersama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Senin (30/3/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 
Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menargetkan cakupan layanan air bersih bisa mencapai 100 persen pada 2029.

Walikota Samarinda Andi Harun menyatakan optimisme tersebut seiring tren positif kinerja Perumdam Tirta Kencana yang terus menunjukkan peningkatan.

Saat ini, cakupan layanan air bersih di Samarinda telah mencapai 84 persen.

Capaian tersebut dinilai sebagai progres signifikan, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis di lapangan.

Baca juga: Distribusi Air Bersih di Samarinda Membaik, Perumdam Fokus Perbaikan Jaringan dan Kualitas Air

“Target 100 persen 2029 semoga bisa tercapai. Saya sampaikan apresiasi tinggi bagi jajaran direksi yang sudah bekerja keras, tentu masih ada kekurangan tapi nilai positifnya jauh lebih tinggi, karena memang hal yang sifatnya kurang itu sifatnya teknikal misal keruhnya air,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal bersama jajaran Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Senin (30/3/2026).

Sumber Air Baku Sungai Mahakam

Menurut Andi Harun, tantangan utama dalam penyediaan air bersih di Samarinda terletak pada sumber air baku yang berasal dari sungai Mahakam.

Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan sumber air pegunungan, sehingga memerlukan metode pengelolaan dan perawatan yang berbeda.

“Saya sudah berkali-kali sampaikan bahwa sumber air baku kita adalah sungai, dan maintenance-nya pasti berbeda dengan sumber air gunung seperti di Pulau Jawa yang mengharuskan kita secara periodik melakukan pengurasan dan saat itu pasti ada gangguan layanan,” jelasnya.

Baca juga: Akses Air Bersih di Samarinda Kaltim Diperluas, Ini Titik Pembangunan IPA Baru

Ia menambahkan, proses perawatan instalasi pengolahan air harus dilakukan secara berkala, yang berpotensi menimbulkan gangguan distribusi sementara kepada pelanggan.

Namun, hal tersebut merupakan konsekuensi teknis yang tidak dapat dihindari dalam sistem berbasis air sungai.

Di tengah tantangan tersebut, Andi Harun menegaskan bahwa kinerja Perumdam menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Ia pun yakin berbagai kendala yang ada saat ini dapat diselesaikan secara bertahap.

“Tapi dari kinerja yang bertumbuh positif dari Perumdam kita optimis bisa menyelesaikan masalah itu di kemudian hari,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved