Berita Nasional Terkini
Daftar Harga BBM Pertamina di Kaltim dan Provinsi Lain Terbaru 1 April 2026
Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi perhatian publik, terutama ketika memasuki awal bulan.
Ringkasan Berita:
- Harga BBM 1 April 2026 resmi tidak naik di seluruh Indonesia, mencakup Pertamax Series dan Dex Series sesuai kebijakan pemerintah
- Harga BBM berbeda antar wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, dipengaruhi faktor distribusi dan kebijakan daerah
- Pertamina mengimbau masyarakat tidak panic buying dan menggunakan energi secara bijak demi menjaga stabilitas pasokan nasional.
TRIBUNKALTIM.CO - Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi perhatian publik, terutama ketika memasuki awal bulan.
Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa harga BBM per 1 April 2026 tetap stabil tanpa mengalami kenaikan.
Keputusan ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia dan mencakup berbagai jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai subholding komersial dan perdagangan Pertamina yang bertugas mendistribusikan energi ke masyarakat.
Dalam kebijakan terbaru ini, seluruh harga BBM, khususnya kategori non-subsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series, dipastikan tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Baca juga: Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Terlebih, periode awal April masih berada dalam suasana pasca Hari Raya Idul Fitri, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah yang harus dijalankan oleh perusahaan.
“Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM,” kata Roberth dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026) malam.
Ia juga menjelaskan bahwa Pertamina terus melakukan berbagai strategi guna memastikan distribusi energi tetap lancar dan ketersediaan BBM terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying”, papar Roberth.
Tidak adanya penyesuaian harga BBM berarti masyarakat tetap membayar harga yang sama seperti bulan sebelumnya.
Dalam konteks energi, harga BBM biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan fiskal pemerintah.
BBM non-subsidi sendiri adalah bahan bakar yang harganya tidak mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga mengikuti mekanisme pasar.
Contohnya adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite biasanya mendapatkan intervensi harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260331_Antrean-BBM-di-SPBU-Paser.jpg)