Selasa, 2 Juni 2026

Berita Kutim Terkini

Festival Lom Plai Kutim Siap Digelar, Plt Kadispar: Hotel Bakal Membludak

Untuk tahun ini, target kunjungan wisatawan dipatok lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang menembus angka 10.000 orang

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DISPAR KUTIM
FESTIVAL -  Ilustrasi -Tarian Hudoq yang menjadi salah satu ciri khas Festival Adat Lomplai di Kecamatan Muara Wahau, Kutim. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata terus mematangkan persiapan perhelatan akbar Festival Lomplai yang menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat di wilayah Kecamatan Muara Wahau. (HO/DISPAR KUTIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata terus mematangkan persiapan perhelatan akbar Festival Lomplai yang menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat di wilayah Kecamatan Muara Wahau. 

Untuk tahun ini, target kunjungan wisatawan dipatok lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang menembus angka 10.000 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengungkapkan optimisme tersebut mengingat animo masyarakat dan kesiapan infrastruktur pendukung yang semakin solid. 

Pihaknya berani menaikkan target kunjungan menjadi 12.000 wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Berbagai strategi promosi dilakukan secara masif melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari media televisi, radio, hingga platform media sosial. 

Baca juga: Dewan Adat Kabupaten Mahakam Ulu Perkuat Struktur Organisasi untuk Jaga Harmoni Antar Sub Suku Dayak

Selain itu, keterlibatan perbankan dan pelaku usaha di Kutim juga diperkuat untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya mengenai festival budaya Suku Dayak Wehea ini.

"Berdasarkan data tahun sebelumnya yang kami presentasikan ke Kementerian, jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang. Nah, untuk tahun ini perlu kita angkat sedikit menjadi 12.000-an pengunjung dengan strategi koordinasi media dan promosi dari berbagai sektor yang sudah mulai on semua," ujar Akhmad Rifanie, Senin (6/4/2026).

Menariknya, meskipun tidak memberlakukan sistem tiket masuk (ticketing), Dinas Pariwisata tetap memiliki metode khusus untuk menghitung jumlah kunjungan. 

Penghitungan dilakukan melalui kalkulasi sistem estimasi berdasarkan data okupansi hotel dan rumah makan di sekitar lokasi acara.

Indikator keberhasilan ini juga dilihat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya di mana fasilitas penginapan di wilayah Sangatta hingga Muara Wahau selalu penuh (full booked). 

Bahkan, banyak wisatawan yang rela menginap di tempat ibadah karena tingginya antusiasme untuk menyaksikan ritual adat tersebut.

"Karena tidak ada sistem ticketing, tingkat keterisian hotel, hingga rumah makan membludak hingga menginap di masjid dan musala, itu yang menjadi target kita kembali," jelasnya.

Selain prosesi adat yang sakral, Festival Lomplai tahun ini akan dimeriahkan dengan expo produk ekonomi kreatif dan UMKM. 

Kegiatan ini direncanakan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 22 April 2026 mendatang, yang menonjolkan kerajinan tangan khas lokal Kutai Timur sebagai daya tarik utama.

Baca juga: Menguak Pantangan Keramat di Balik Ritual Adat Kayoq Aren Suku Dayak Mahakam Ulu

Beberapa lomba unik juga siap digelar untuk memeriahkan suasana, di antaranya lomba menyumpit dan lomba Pungsut atau merajut serat kayu menjadi busana. 

Kegiatan ini dinilai sangat potensial sebagai bagian dari industri kriya yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat.

"Di expo nanti, produk lokal dan ekonomi kreatif akan kita utamakan, harapan kita, festival ini tidak hanya melestarikan budaya ritualnya saja, tapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui kriya dan UMKM," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved