Berita Kutim Terkini
Sinergi Pemkab Kutim dan UPT Kemenperin Tarik Program Strategis Pusat ke Tingkat Regional
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan langkah strategis untuk mendongkrak daya saing Industri Kecil dan Menengah
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan langkah strategis untuk mendongkrak daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Melalui sinergi lintas instansi, daerah yang dikenal sebagai lumbung komoditas pertanian unggulan ini tengah membidik berbagai program penguatan kapasitas pelaku usaha secara masif dari hulu ke hilir.
Langkah konkret ini mendapat angin segar melalui koordinasi intensif bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Samarinda.
Hal tersebut menjadi momentum krusial bagi daerah untuk mengurai berbagai hambatan administratif yang selama ini kerap memperlambat akselerasi program di tingkat akar rumput.
"Adanya pertemuan ini bisa menjadi pintu gerbang untuk produk-produk kita bisa lebih dikenal dan bisa juga memotong jalur birokrasi yang panjang. Kami merasa terbantu karena koordinasi program strategis kini bisa diselesaikan di tingkat regional," ujar Kepala Disperindag Kutim, Nora, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Pemkab Berau Buka Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis untuk IKM dan UMKM
UPT Kemenperin Samarinda memiliki sejumlah agenda kerja yang dirancang khusus untuk meningkatkan standar mutu produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Tawaran konkret yang diajukan oleh pihak UPT Kemenperin meliputi fasilitasi pelatihan dan sertifikasi halal bagi para pelaku usaha lokal.
Selain itu, terdapat program peningkatan kompetensi laboratorium bagi aparatur, hingga pendampingan penerapan konsep industri hijau sebagai standar baku pembangunan pabrik di masa depan.
Nora menegaskan bahwa seluruh paket program yang ditawarkan oleh Kemenperin sangat selaras dengan visi pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten saat ini memang sedang meletakkan perhatian besar pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai pilar utama stabilitas ekonomi.
"Kami sangat menyambut baik tawaran tersebut. Dan ini bisa menjadi peluang yang baik untuk pengembangan UMKM kita kedepan," imbuhnya.
Pengembangan sektor usaha mikro dan kecil kini menjadi konsentrasi penuh pemerintah untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah ke kancah yang lebih luas.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama adalah produk pertanian andalan Kutai Timur yang sudah memiliki reputasi tinggi di pasar domestik, yakni Pisang Kepok Grecek.
Optimalisasi potensi hilirisasi pertanian seperti Pisang Kepok Grecek membutuhkan dukungan multi-pihak, baik dari sisi regulasi, pendampingan teknis, hingga penganggaran yang berkelanjutan.
Tanpa adanya sokongan finansial dan sarana yang memadai, intervensi kebijakan untuk mendongkrak kelas IKM lokal dipastikan berjalan lambat.
Baca juga: IKM Carano Kutai Timur Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Sumatera Barat
| Disperindag Kutim Temukan Minyakita Kosong dan Harga Cabai Rawit Naik di Sangatta |
|
|---|
| Jelang Shalat Idul Adha 2026, Bupati Kutim Ardiansyah Dijadwalkan Hadir di Masjid Al-Faruq Sangatta |
|
|---|
| Raih WTP dari BPK, Pemkab Kutim Kini Dikejar Penyelesaian 65 Rekomendasi |
|
|---|
| Bupati Kutim Gratiskan Biaya Operasional Hewan Kurban di RPH |
|
|---|
| Tindak Lanjut Konsesi, KUPP Sangatta Gelar Sosialisasi WTDP Bersama PT Bumi Laut Biru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260529-Kepala-Disperindag-Kutim-Nora-Ramadhani.jpg)