Berita Samarinda Terkini
UMKM Minuman dan Kuliner di Samarinda Terhimpit Kenaikan Harga Plastik
Lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai menekan pelaku usaha mikro di Samarinda, khususnya di sektor minuman kekinian dan kuliner
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai menekan pelaku usaha mikro di Samarinda, khususnya di sektor minuman kekinian dan kuliner.
Kenaikan biaya kemasan berdampak langsung terhadap harga pokok produksi (HPP), memaksa pelaku usaha mengambil strategi bertahan di tengah dilema antara menjaga pelanggan dan mempertahankan keuntungan.
Rahma, penjual minuman sehat dan kekinian di kawasan Sempaja, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik yang mencapai puluhan persen sangat memengaruhi operasional usahanya.
“Iya harga plastik naik, infonya 60 persen. Pastinya pengaruh harga HPP naik juga,” ungkapnya Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, ia mengaku tetap bertahan dengan harga awal meski hanya mendapatkan sedikit keuntungan.
Baca juga: Penjual Es Buah Segar di IKN Keluhkan soal Harga Plastik yang Alami Kenaikan
“Belum berani naikkan harga jual jadi sementara ini masih bertahan dengan keuntungan yang menipis. Semoga aja kenaikannya ini gak lama,” kata Rahma.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Dina, pemilik kedai minuman kekinian di kawasan Samarinda Seberang.
Ia memilih untuk tidak menaikkan harga jual meskipun harus menghadapi penurunan margin keuntungan.
“Pastinya ngaruh, apalagi harga plastik sekarang terasa naiknya. Gakpapa untungnya menipis, yang penting pelanggan tetap senang,” katanya.
Sementara itu, Yuli, pelaku usaha makanan mochi di kawasan Rapak Dalam mengaku tetap menjalankan usahanya meski harus melakukan penyesuaian harga secara terbatas untuk menutupi kenaikan biaya.
“Tapi sekarang harganya di naikin sedikit. Pelanggan aman aman aja alhamdulillah,” kata dia.
Baca juga: Kenapa Harga Plastik Naik? Ini Penyebab Utamanya Menurut Inaplas
Namun, jika harga plastik kembali normal, Yuli siap kembali menurunkan harga jual produknya.
“Kalau harga plastik normal kembali bakalan normal lagi harga jualnya,” tutup Yuli. (*)
| Refleksi 28 Tahun Reformasi di Samarinda, Saat Ini Neo Orde Baru Masih Mengintai |
|
|---|
| Cerita Komunitas Samarinda Balance Bike Cetak Rider Cilik Berprestasi, Kikis Rasa Candu pada Gawai |
|
|---|
| Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Ingatkan Pilrek Unmul 2026 Harus Bersih dari Politik Praktis |
|
|---|
| Samarinda Raih Nilai A Pelayanan Publik, Akademisi Sebut Birokrasi Kini Lebih Cepat |
|
|---|
| Tanggapan Pengamat Ekonomi Unmul soal Rupiah Melemah, Hati-hati Harga Barang di Kaltim Bisa Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260407-plastik.jpg)