Berita Kubar Terkini
Infrastruktur Kutai Barat Dipacu, BBPJN Kaltim Pasang Target Penyelesaian Jalan Muara Muntai-Blusuh
Akses konektivitas di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur terus dipacu.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Akses konektivitas di wilayah Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur terus dipacu.
Saat ini, proyek preservasi jalan dan jembatan pada ruas Muara Muntai–Nayan–SP Blusuh sedang memasuki tahapan krusial, yakni pengecoran perkerasan beton semen.
Hal ini dipaparkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.7 BBPJN Kaltim, Novi Ari Nugroho kpeada TribunKaltim.co pada Rabu (8/4/2026) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Dia mengungkapkan, pekerjaan ini merupakan bagian dari target besar rekonstruksi jalan sepanjang 4,20 kilometer untuk Tahun Anggaran 2026.
Baca juga: APBD Rp 22 Triliun Hanya Dapat 4 Km, Gubernur Kaltim Ungkap Beratnya Tantangan Bangun Jalan di Kubar
Sampai saat ini, kontraktor pelaksana yakni PT Trimurti Perkasa terus melanjutkan pengecoran.
"Untuk memastikan kualitas material, beton diproduksi sendiri melalui batching plant yang stand by di Jalan Poros Petung, Kecamatan Bongan," ujar Novi Ari Nugroho.
Novi menekankan bahwa proyek ini tidak hanya mengejar kecepatan waktu, tetapi juga sangat ketat dalam menjaga kualitas hasil akhir.
Pihaknya menggandeng konsultan pengawas independen dari PT Widyadaya Bandaran KSO untuk memelototi setiap tahapan di lapangan.
"Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengendalian volume pekerjaan hingga memastikan standar teknis mutu tetap terjaga sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan," tegasnya.
Menariknya, proyek ini tidak hanya melibatkan mesin-mesin besar.
PPK 1.7 BBPJN Kalimantan Timur juga mengaktifkan skema swakelola padat karya yang menyentuh langsung masyarakat sekitar.
Baca juga: Dana Kampung 2025 di Muara Lawa Fokus Bangun Jalan dan Jembatan
Novi menjelaskan, warga lokal dilibatkan langsung dalam pekerjaan pembersihan jembatan dan drainase di sepanjang ruas Muara Muntai-Nayan-Blusuh.
Hal ini bertujuan agar sistem saluran air berfungsi optimal sehingga aspal beton yang baru dibangun tidak cepat rusak akibat genangan.
Dengan progres yang terus berjalan positif, diharapkan konektivitas di ruas ini akan semakin mulus, mendukung distribusi logistik dan mobilitas warga di Kutai Barat.
"Selain fokus pada infrastruktur, kami ingin proyek ini membawa dampak ekonomi nyata bagi warga," kata Novi.
"Lewat padat karya, masyarakat lokal diberdayakan dan mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung dari pembangunan di daerah mereka," pungkas Novi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240408_Bangun-Jalan-di-Kutai-Barat-Kaltim.jpg)