Berita Penajam Terkini
Solar Subsidi Jadi Penentu Nelayan Melaut di PPU, Dinas Perikanan Ingatkan Distribusi
Solar subsidi menjadi penopang utama aktivitas nelayan PPU agar tetap melaut dan menjaga produksi perikanan
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Solar subsidi nelayan menjadi faktor krusial dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur.
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas nelayan di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.
Menurutnya, keberlangsungan aktivitas penangkapan ikan sangat bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi.
Tanpa dukungan tersebut, operasional nelayan di laut akan terganggu.
Baca juga: Embung di Kawasan Lawe-lawe PPU Tak Maksimal Nampung Air, Perumda Akan Tinggikan hingga 3 Meter
Peran Solar dalam Operasional Nelayan
Ia menjelaskan, solar merupakan kebutuhan utama bagi nelayan tangkap yang menggunakan perahu bermotor.
Oleh karena itu, keberadaan subsidi sangat berpengaruh terhadap stabilitas produksi perikanan.
Sementara itu, untuk sektor pembudidaya,
ketergantungan terhadap solar dinilai tidak sebesar nelayan tangkap.
Aktivitas budidaya lebih fleksibel dalam penggunaan energi.
Baca juga: Polres PPU Musnahkan Barang Haram 15 Gram Sabu, Dicampur Pakai Cairan Kimia
Namun demikian, pemerintah daerah tetap memastikan kebijakan subsidi BBM berjalan sesuai dengan peruntukannya, baik bagi nelayan maupun petani.
Distribusi Harus Tepat Sasaran
Andi menegaskan bahwa distribusi solar subsidi harus tetap berjalan agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tidak terganggu.
“Solar juga tetap karena solarnya kan subsidi untuk nelayan, berarti petani maupun nelayan kan subsidi,” ungkapnya, Rabu (8/4/2026).
solar subsidi
nelayan
Dinas Perikanan
Kepala Dinas Perikanan PPU
Andi Trasodiharto
Dinas Perikanan PPU
PPU
TribunKaltim.co
| Polres PPU Musnahkan Barang Haram 15 Gram Sabu, Dicampur Pakai Cairan Kimia |
|
|---|
| BPK Periksa LKPD 2025 Selama 35 Hari, Sekda PPU Tohar Minta OPD Siapkan Data |
|
|---|
| Disdukcapil PPU Datangi Rumah Warga yang Sakit untuk Rekam e-KTP |
|
|---|
| Kemarau 2026, Warga PPU Diimbau Hemat Air dan Siapkan Toren Cadangan |
|
|---|
| Polres Paser Gelar Panen Jagung di Kecamatan Waru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260408_Nelayan-Kapal.jpg)