Berita Balikpapan Terkini
Harga Plastik Naik, Pedagang Balikpapan Desak Pemerintah Sidak Distributor
Harga plastik di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur melonjak hingga hampir 100 persen pasca Lebaran.
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Harga plastik naik cepat hingga 80–100 persen, bahkan berubah tiap 3–4 hari.
- Stok terbatas akibat bahan baku impor, distribusi disebut kerap kosong.
- Pedagang desak pemerintah sidak distributor, curiga ada permainan harga.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kenaikan harga kemasan plastik pasca Lebaran kian menekan pedagang di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Lonjakan yang terjadi cepat dan signifikan membuat pelaku usaha mendesak pemerintah segera turun tangan, salah satunya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor.
Abdul Mustafa, pemilik Toko Plastik Aryogama di Pasar Baru, menilai pengawasan perlu diperketat di tengah situasi harga yang terus melonjak dan pasokan yang terbatas.
“Kami minta ada perhatian khusus, mungkin bisa dilakukan inspeksi mendadak ke distributor. Siapa tahu ada permainan harga. Pedagang eceran seperti kami ini yang paling terasa dampaknya,” tegasnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Harga Plastik Naik, Harga Barang di Pasar Terancam Melonjak, IKAPPI: Pedagang Masih Tahan Harga
Ia mengungkapkan, kenaikan harga plastik terjadi sejak usai Lebaran dan dipicu faktor global, terutama karena bahan baku plastik berasal dari impor.
“Setelah Lebaran, begitu ada perang, karena plastik ini dari biji plastik impor. Dolar naik, otomatis di dalam negeri harga plastik ikut naik,” jelasnya.
Menurut Abdul, lonjakan harga terjadi sangat cepat, bahkan berubah dalam hitungan tiga hingga empat hari.
Secara umum, kenaikan mencapai 80 hingga hampir 100 persen.
Baca juga: Curhat Pelaku UMKM soal Harga Plastik Naik Imbas Perang Iran vs Amerika: Porsi Produk akan Dikurangi
“Ambil barang hari ini, besok sudah beda harga. Jadi modal kita terus bertambah,” katanya.
Kondisi tersebut membuat keseimbangan usaha terganggu.
Ia mengaku pendapatan tidak lagi sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.
“Kita sebagai pedagang agak sedikit goyang. Investasi, pendapatan, sama pengeluaran itu tidak imbang,” ujarnya.
Tak hanya harga, persoalan lain juga muncul dari sisi ketersediaan barang.
Baca juga: Kenapa Harga Plastik Naik? Ini Penyebab Utamanya Menurut Inaplas
Ia menyebut stok di distributor kerap kosong karena produksi pabrik terhambat akibat minimnya bahan baku.
“Di gudang kosong, distributor bilang barang tidak ada. Katanya bahan menipis, jadi barang terbatas dan dibagi,” ungkapnya.
| Keluhan Pekerja Pengerukan Bendali Wika Balikpapan, Lumpur Encer dan Rata Kangkung |
|
|---|
| Penurunan Angka Stunting, Petrosea dan Puskesmas Kariangau Balikpapan Gelar Program Tas Batik Emas |
|
|---|
| Kuliah Jarak Jauh Mahasiswa ITK Balikpapan Tuai Pro-Kontra, Efektif tapi Picu Kejenuhan |
|
|---|
| Plaza Balikpapan Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026, Event Akrobatik jadi Puncak Keramaian |
|
|---|
| Peneliti STIE Soroti Muskot XII KADIN Balikpapan, Sebut Navigasi Momentum dan Jaga Resiliensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260409_Pedagang-plastik-di-Balikpapan-desak-pemerintah-sidak-distributor.jpg)