Breaking News
Senin, 20 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Mahasiswi Universitas Terbuka Samarinda Tanggapi Penerapan PJJ, Soroti Mental Disiplin

Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terus mendapat beragam respons dari kalangan mahasiswa di Kalimantan Timur

Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
HO/Eliza
RESPONS MAHASISWA KALTIM - Mahasiswi Universitas Terbuka Samarinda Semester 8, Eliza, mengatakan, sistem Pembalajaran Jarak Jauhjadi terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi mereka yang terkendala jarak dan waktu. (HO/Eliza)  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terus mendapat beragam respons dari kalangan mahasiswa, di antaranya di Kalimantan Timur

Salah satunya, mahasiswi Universitas Terbuka Samarinda Semester 8, Eliza, mengatakan, sistem ini menjadi terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi mereka yang terkendala jarak dan waktu.

Bahkan, ia memandang Pembelajaran Jarak jauh sebagai solusi modern yang mampu menjangkau lebih banyak kalangan tanpa batasan geografis. 

Sehingga menurutnya, sistem ini membuka kesempatan yang sama bagi siapa pun untuk mengenyam pendidikan berkualitas, baik yang tinggal di perkotaan maupun di daerah terpencil.

Baca juga: UINSI Samarinda Sikapi Kuliah Jarak Jauh PJJ, Bakal Terapkan Sistem Hybrid

"Menurut aku, PJJ itu solusi modern buat pendidikan yang inklusif. Jadi, kuliah nggak lagi terbatas sama gedung atau jarak. Mau kita tinggal di kota besar atau di pelosok, selama ada niat dan koneksi, kita tetap bisa dapat akses pendidikan yang sama kualitasnya. Ini bener-bener ngeruntuhin tembok penghalang buat orang-orang yang pengen maju tapi terbentur lokasi atau waktu," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Minggu (12/4/2026). 

Terlebih, di kampusnya sendiri, PJJ bukan sekadar kebijakan tambahan, melainkan sudah menjadi sistem utama yang dijalankan sejak lama. 

Ia menyebut, Universitas Terbuka memang telah memiliki ekosistem pembelajaran daring yang matang, mulai dari modul digital hingga ujian online.

Sehingga mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi.

"Wah, kalau di kampus aku (Universitas Terbuka), PJJ itu bukan cuma diterapkan, tapi sudah jadi napas utamanya. UT itu emang sistemnya full PJJ dari dulu. Jadi, kami nggak kaget lagi sama sistem belajar mandiri, modul digital, atau ujian online, karena ekosistemnya emang sudah matang banget buat itu," jelasnya.

Di samping itu, efektivitas pembelajaran daring sebenarnya sangat bergantung pada sikap dan kedisiplinan masing-masing mahasiswa.

Sehingga, ia menekankan pentingnya peran aktif dalam mengeksplorasi materi dan mengatur waktu belajar agar hasil yang didapat maksimal.

"Efektif atau nggaknya itu balik lagi ke disiplin diri masing-masing. Kalau kita aktif, sering eksplor bahan ajar, dan pinter bagi waktu, daring itu efektif banget. Tapi kalau cuma sekadar 'hadir' tanpa baca-baca lagi, ya ilmunya lewat doang. Jadi, kuncinya di kemandirian kita sebagai mahasiswa," tambahnya. 

Baca juga: PJJ di Unmul Diterapkan untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas, Praktikum Tetap Tatap Muka

Sementara itu, baginya fleksibilitas menjadi nilai utama dari PJJ.

Sebab, melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas lain, seperti bekerja atau membantu keluarga. 

Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan kemampuan literasi digital sebagai dampak positif yang signifikan, sekaligus menjadi bekal penting di dunia kerja. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved