Berita Kukar Terkini
Kenaikan Harga Kedelai Bebani Produsen Tempe di Kukar
Kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada pelaku usaha
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada pelaku usaha di Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, khususnya perajin tempe.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pun mengakui belum dapat melakukan intervensi dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Bustani, mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi karena lonjakan harga ini yang tidak hanya terjadi di daerah, melainkan berskala nasional.
“Kami masih melakukan koordinasi terkait kenaikan harga kedelai ini, karena kondisinya terjadi secara nasional. Jadi, kami sedang menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil ke depan,” ujarnya saat dihubungi oleh TribunKaltim.co pada Senin (13/4/2026).
Baca juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Kutai Kartanegara Kecilkan Ukuran demi Bertahan
Menurutnya, hingga saat ini Disperindag masih fokus mengumpulkan data sebagai dasar dalam menentukan kebijakan.
Hal ini penting mengingat kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kedelai, tetapi juga pada sejumlah bahan lain seperti plastik yang turut memengaruhi biaya produksi.
Untuk saat ini memang belum ada intervensi harga dalam waktu dekat.
Karena pihaknya masih mengumpulkan data-data terlebih dahulu.
"Kenaikan ini juga tidak hanya terjadi pada kedelai, tetapi juga pada bahan lain seperti plastik,” jelasnya.
Bustani menambahkan, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor global, seperti dinamika geopolitik dan geoekonomi yang berdampak luas terhadap harga komoditas.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan geoekonomi global yang berdampak secara luas.
"Karena itu, kami fokus mengumpulkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Disperindag Kukar akan melaporkan kondisi di daerah kepada pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, sembari menunggu respons dan arahan lebih lanjut.
“Intinya, Disperindag sedang berupaya melakukan intervensi harga dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami juga akan melaporkan kondisi di daerah kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu respons, mengingat kejadiannya berskala nasional,” tuturnya.
Di tengah situasi ini, Bustani menegaskan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi agar pelaku usaha tetap bisa bertahan.
| Inilah Nasib Program RT Ku Terbaik di Tengah Terbatasnya Anggaran Pemkab Kukar |
|
|---|
| Wacana Bahasa Prancis di Sekolah, Akademisi Kukar Minta Bahasa Kutai Tetap Diprioritaskan |
|
|---|
| 3 Pria Diamankan dalam Operasi Narkoba di Anggana, Polisi Sita Sabu dan Uang Tunai |
|
|---|
| Dana Transfer ke Kukar Baru 23 Persen, DPRD Minta Pemkab Prioritaskan Program Mendesak |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila, Sekda Sunggono Ajak Pemuda Kukar Jaga Persatuan Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260413_Harga-kedelai-yang-terus-naik-sejak-awal-2026-memaksa-perajin-tempe-mengubah-strategi.jpg)