Berita Samarinda Terkini
Geger, Mayat Pria Ditemukan di Belakang GOR Unmul Samarinda
Penemuan jasad pria di belakang GOR Unmul Samarinda gegerkan warga, polisi pastikan tanpa tanda kekerasan
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suasana di kawasan belakang GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul), tepatnya di dekat Jembatan Gelatik, Kecamatan Samarinda Utara, mendadak gempar pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 13.10 WITA.
Jalur yang biasanya tenang dan kerap dilalui mahasiswa tersebut mendadak ramai oleh warga serta iring-iringan ambulans yang datang ke lokasi.
Keriuhan tersebut dipicu oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak tak bernyawa di sebuah pondok kecil di bawah pohon.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas papan pondok dengan mengenakan kaos putih polos dan celana kain hitam.
Di sekitar lokasi penemuan, ditemukan satu unit sepeda motor Honda CBR 150 yang terparkir sekitar 10 meter dari posisi korban.
Baca juga: SMP Negeri 2 Samarinda Dibangun Ulang Pasca Kebakaran, Ditarget Dipakai Tahun Ajaran Baru
Keberadaan kendaraan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban datang sendiri ke lokasi sebelum ditemukan meninggal dunia.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Pamata, Inafis Polresta Samarinda, PMI, serta sejumlah relawan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi.
Kehadiran tim gabungan ini bertujuan memastikan penanganan dilakukan secara cepat sekaligus menjaga keutuhan bukti di lokasi kejadian.
Identitas Korban dan Hasil Pemeriksaan Awal
Pamata 1 Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengonfirmasi identitas korban adalah Suroto, pria berusia 61 tahun yang bekerja sebagai montir bengkel.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca juga: WFH ASN Samarinda Ubah Pola Kerja, Diskominfo Tekankan Adaptasi Digital dan Pengawasan Berlapis
"Setelah kami lakukan identifikasi bersama tim relawan dan Inafis, ternyata tidak ada unsur kekerasan. Namun demikian, kami tetap akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban," ujar Ipda Mat Bahri.
Dugaan Penyebab dan Kondisi Korban
Ia menambahkan bahwa di sekitar jasad korban ditemukan sejumlah obat-obatan yang diduga merupakan obat untuk penyakit yang diderita korban.
Diketahui, Suroto merupakan perantau asal Surabaya, Jawa Timur, yang hidup sebatang kara di Samarinda tanpa sanak keluarga.
"Korban berada di sini (pondok) untuk bersantai bersama dua rekannya. Memang ini tempat nongkrong korban apabila sedang tidak ada aktivitas pekerjaan," lanjutnya.
Kondisi ini menambah sisi human interest dalam peristiwa tersebut, di mana korban diketahui menjalani hidup sebagai perantau dengan aktivitas sehari-hari sebagai montir.
Baca juga: Keluarga Minta Audit Independen Dugaan Malapraktik di RSUD AWS Samarinda, Awal Mula Luka Bayi
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jasad Suroto kemudian dievakuasi oleh tim relawan dan PMI menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara medis melalui pemeriksaan lanjutan.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan guna memberikan kepastian kepada publik sekaligus menghormati hak korban. (*)
| Aliansi Masyarakat Kaltim Desak Gubernur Mundur, Donasi Hari Pertama Capai Rp20 Juta |
|
|---|
| Keluarga Minta Audit Independen Dugaan Malapraktik di RSUD AWS Samarinda, Awal Mula Luka Bayi |
|
|---|
| Perda TBC Disosialisasikan, Pemkot Samarinda Serius Tekan Kasus Tuberkulosis |
|
|---|
| Inilah Tarif Retribusi Kebersihan Sampah di Samarinda Tahun 2026, Pakai Skema Klasifikasi Baru |
|
|---|
| WFH ASN Samarinda tak Lebih Ringan dari Work From Office, Pemkot Terapkan Sistem Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260414_Penemuan-Jasad-Pria-Jembatan-Gelatik-GOR-UNmul-Polresta-Samarinda.jpg)