Kamis, 16 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Balikpapan Siaga Kekeringan dan Karhutla, Warga Diminta Hemat Air dan Waspada Cuaca Panas

Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan seiring kondisi cuaca panas

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah
WASPADA -  Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali saat diwawancarai Tribun Kaltim di Kantor Pemkot Balikpapan, Kamis (16/4/2026). Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca panas yang mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca panas yang mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat diimbau untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini, meskipun prakiraan cuaca di wilayah Kalimantan Timur masih menunjukkan peluang terjadinya hujan.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola penggunaan air bersih. Ia meminta warga mulai berhemat dan menyiapkan cadangan air untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan berkepanjangan.

“Persiapan menyimpan air dan penghematan penggunaan air perlu dilakukan dari sekarang. Air akan sangat bermanfaat apabila terjadi kekeringan yang berkepanjangan,” ujar Usman, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Hujan Masih Rutin Turun, BPBD Kaltim Pastikan Potensi Karhutla Terkendali

Menurutnya, meski potensi hujan masih ada di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Balikpapan, langkah mitigasi tidak boleh diabaikan. Kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu krisis air bersih jika tidak diantisipasi sejak awal.

Pemkot Balikpapan juga tengah menyiapkan imbauan resmi yang akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk pemerintah kelurahan hingga tingkat RT, guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Selain ancaman kekeringan, suhu panas yang meningkat turut memperbesar risiko terjadinya kebakaran lahan.

Menyikapi hal tersebut, BPBD bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah penanganan, mulai dari pembentukan satuan tugas (satgas) hingga pendirian posko siaga di sejumlah titik.

Usman mengungkapkan, koordinasi lintas wilayah juga telah dilakukan, termasuk dengan daerah perbatasan dan kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), guna memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana.

“Satgas dan posko sudah kami siapkan. Artinya setiap menerima laporan, kami akan segera menindaklanjuti dengan cepat,” ujar Usman.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya pengurus RT, untuk mencatat dan menyebarluaskan nomor layanan darurat seperti pemadam kebakaran.

Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat respons apabila terjadi insiden kebakaran di lingkungan permukiman.

Dalam upaya pengendalian karhutla, BPBD Balikpapan turut menggandeng TNI dan Polri guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat penanganan di lapangan, terutama di wilayah rawan kebakaran.

Sementara itu, posko utama penanggulangan bencana tetap berada di kantor BPBD Balikpapan, dengan dukungan enam sektor penanganan yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca juga: ‎Polresta Balikpapan dan Dinas Kehutanan Gelar FGD, Sinergi Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana akibat perubahan cuaca ekstrem, sekaligus menekan risiko kerugian yang ditimbulkan. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved