Berita Paser Terkini
Cuaca Ekstrem Ancam Kesehatan, Dinkes Paser Edukasi Warga untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Fenomena El Nino ekstrem tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, mulai April hingga November mendatang
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser mengimbau warga waspada terhadap potensi gangguan kesehatan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Fenomena El Nino ekstrem tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, mulai April hingga November mendatang.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa fenomena ini menjadi perhatian serius, karena perubahan iklim yang ditimbulkan dapat berdampak langsung pada kondisi kesehatan masyarakat.
Baca juga: Harga LPG Nonsubsidi Naik di Paser, Tabung 12 Kg Tembus Rp262 Ribu
"El Nino menjadi perhatian kami karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap lonjakan gangguan kesehatan masyarakat akibat perubahan iklim ekstrem," terang Amri, Senin (20/4/2026).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Paser secara aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Langkah antisipasi yang kami lakukan dengan sosialisasi kesehatan secara masif melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (Pusban), hingga rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Paser," tambahnya.
Ditekankan, sosialisasi telah dilaksanakan oleh 19 Puskesmas, 105 Pusban, serta dua rumah sakit di Kabupaten Paser.
Dari kegiatan itu, masyarakat diberi pemahaman mengenai potensi penyakit yang bisa muncul saat musim kemarau panjang, serta cara-cara sederhana untuk mencegahnya.
"Selain edukasi, kami juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing, terutama saat beraktivitas di luar rumah," ungkapnya.
Amri juga meminta warga untuk menjaga daya tahan tubuh, memperhatikan pola hidup sehat, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala penyakit.
"Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan menunda pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala sakit, agar bisa diidentifikasi sejak dini dan segera ditangani," imbuhnya.
Menurutnya, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga perlu menjadi perhatian serius yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang dan berpotensi menimbulkan polusi udara yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Ditegaskan, paparan asap akibat Karhutal dianggap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan, iritasi mata, hingga penurunan daya tahan tubuh.
"Saat kemarau panjang, penyakit yang sering muncul umumnya bersumber dari polusi udara. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap segala ancaman kesehatan," pungkas Amri. (*)
| KONI Paser Imbau Atlet Disiplin Latihan Jelang Porprov ke-VIII Kaltim Bulan November 2026 |
|
|---|
| ASN di Lingkungan Pemkab Paser Imbau Bijak Hadapi Kenaikan Harga BBM |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Naik di Paser, Tabung 12 Kg Tembus Rp262 Ribu |
|
|---|
| Antisipasi Hadapi El Nino, Pemkab Paser Salurkan 137 Unit Mesin Pompa Air ke Kelompok Tani |
|
|---|
| Program Perumahan yang Terjangkau Bagi Masyarakat, Disperkimtan Paser Siapkan Skema Kredit Murah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260420_Kadinkes-Paser-Amri-Yulihardi.jpg)