Rabu, 22 April 2026

Demo Kaltim 21 April

Demo 21 April, Arus Lalu Lintas Samarinda Dialihkan Sejak Pagi, Dishub Turunkan 60 Personel

Pelaksanaan aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026 di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mulai berdampak pada arus lalu lintas sejak pagi hari.

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PENGALIHAN ARUS LALIN - Suasana arus lalu lintas di Samarinda saat aksi 21 April mulai berlangsung, Terpantau pengalihan arus lalu lintas di jam 9.50 WITA belum efektif. Massa juga mulai berkumpul di titik Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 
Ringkasan Berita:
  • Rekayasa lalu lintas diberlakukan sejak pukul 07.00 WITA, efektif saat massa mulai bergerak.
  • Dishub Samarinda turunkan 60 personel untuk atur arus dan arahkan pengendara ke jalur alternatif.
  • Masyarakat bisa pantau kondisi jalan secara real-time melalui CCTV Samagov.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pelaksanaan aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026 di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mulai berdampak pada arus lalu lintas sejak pagi hari.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan pengalihan arus telah diberlakukan lebih awal guna mengantisipasi pergerakan massa yang dipusatkan di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menyampaikan bahwa persiapan rekayasa lalu lintas telah dilakukan sejak pagi, sebelum massa mulai bergerak.

“Pengalihan rekayasa lalu lintas sudah mulai dari pagi jam 7, kami sudah persiapan. Tapi mulai efektif tadi sekitar di jam 8 dan massa sudah mulai bergerak karena mereka start dari islamic centre jam 9 menuju ke kantor DPRD Kaltim,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Demo 21 April, Massa dari Bontang Tiba Subuh, Protes Kebijakan Gubernur Kaltim

Untuk mendukung pengamanan dan kelancaran arus kendaraan, Dishub Samarinda juga menurunkan puluhan personel di sejumlah titik strategis.

Sebelumnya, jumlah personel yang disiapkan bahkan telah ditingkatkan dari rencana awal menjadi 60 orang melalui skema Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Jumlah tersebut menyesuaikan dengan prediksi jumlah massa yang mencapai ribuan orang.

Personel tersebut disebar untuk mengatur lalu lintas, mengarahkan pengendara ke jalur alternatif, serta memastikan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana di lapangan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Unmul Bersiap Demo, Tunggu Massa Penuh ke Islamic Center

Selain pengaturan di lapangan, Dishub Samarinda juga melakukan pemantauan kondisi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung melalui sistem CCTV yang terintegrasi.

Bahkan, masyarakat juga bisa melihat lewat CCTV online dari web Samagov Samarinda.

“Masyarakat yang mau lihat CCTV bisa akses di Samagov milik Kominfo, bisa dibuka seluruh masyarakat,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved