Berita Berau Terkini
Arah Sektor Pariwisata Berau Diperbaharui, Disbudpar Matangkan Draft Perubahan RIPARDA 2026
Disbudpar Berau terus mematangkan arah pembangunan sektor pariwisata melalui finalisasi draft perubahan RIPARDA 2026
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mematangkan arah pembangunan sektor pariwisata melalui finalisasi draft perubahan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) Tahun 2026.
Dokumen ini disiapkan sebagai pedoman utama agar pengembangan pariwisata di Berau tidak berjalan parsial, melainkan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budhisantosa, menegaskan, proses finalisasi ini bukan sekadar penyusunan dokumen administratif.
Melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: UMKM Berau Didorong Tembus Pasar Global, Alibaba Jadi Pintu Ekspor
Terlebih, selama ini Berau memiliki potensi destinasi wisata yang cukup besar, baik dari sisi wisata bahari, alam, hingga budaya. Namun, tanpa perencanaan yang terstruktur dan menjadi acuan bersama, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dioptimalkan secara maksimal.
“Finalisasi draft RIPARDA ini kami lakukan agar pengembangan pariwisata di Berau lebih terarah dan memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dokumen ini nantinya menjadi acuan bersama dalam mengoptimalkan potensi destinasi yang ada,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (24/4/2026).
Dijelaskan, perubahan RIPARDA Tahun 2026 disusun untuk menyesuaikan kebutuhan dan dinamika pengembangan pariwisata saat ini.
Disampaikan bahwa revisi RIPPARDA Kabupaten Berau tahun 2026 kini memasuki tahap kedua menuju penyusunan draft final.
Pihaknya memfokuskan penajaman arah kebijakan, terutama pada penetapan zonasi Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) dan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten (KPPK) secara lebih presisi.
Pengembangan destinasi juga diarahkan untuk memperkuat identitas Berau sebagai water-based tourism yang mengandalkan potensi wisata berbasis air, mulai dari sungai, danau, pesisir, hingga wisata bahari.
“Selain itu, percepatan penetapan Karst Sangkulirang–Mangkalihat sebagai Geopark juga menjadi salah satu prioritas,” bebernya.
Dari sisi pembangunan, RIPPARDA menekankan prinsip pariwisata berkelanjutan dan inklusif, yang tetap menjaga kelestarian lingkungan sekaligus dapat diakses oleh seluruh kalangan.
Integrasi antara potensi alam dan budaya lokal juga terus diperkuat sebagai satu kesatuan pengalaman wisata.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, penguatan kolaborasi pentahelix, serta sinergi lintas sektor untuk mendukung pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan.
Di sisi lain, transformasi digital dalam promosi dan layanan pariwisata terus dioptimalkan.
“Termasuk melalui penguatan pemasaran, serta pengembangan berbagai event sebagai daya tarik tambahan wisata di Kabupaten Berau,” tutupnya. (*)
PARIWISATA BERAU - / HO DISPAR
| UMKM Berau Didorong Tembus Pasar Global, Alibaba Jadi Pintu Ekspor |
|
|---|
| Kopi Liberika Mulai Dilirik, DPRD Berau Dorong Diversifikasi Komoditas Perkebunan |
|
|---|
| Tak Sekadar Ibu Rumah Tangga, Perempuan Berau Didorong Jadi Agen Perubahan |
|
|---|
| Pendaftaran Beasiswa Berau Cerdas Dibuka hingga 13 Mei 2026, Kuotanya 1.050 Penerima |
|
|---|
| Sampah Pantai Jadi Media Lukis, Anak-anak Pulau Derawan Berau Sampaikan Pesan Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241028_Pulau-Derawan-di-Kabupaten-Berau.jpg)