Berita Samarinda Terkini
Lampu Panggung Kembali Menyala, Kebangkitan Teater Mahardika Samarinda via RT Nol RW Nol
Setelah panggungnya sempat gelap gulita tanpa suara selama hampir tujuh tahun, denyut nadi Teater Mahardika SMAN 8
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Setelah panggungnya sempat gelap gulita tanpa suara selama hampir tujuh tahun, denyut nadi Teater Mahardika SMAN 8 Samarinda kembali berdetak.
Sejak tahun 2019, kelompok teater pelajar yang pernah menorehkan prestasi di level nasional ini seolah menghilang dari kalender seni Kalimantan Timur.
Namun, penantian panjang itu berakhir. Pada Minggu malam, 26 April 2026, lampu panggung di Taman Budaya Kaltim akan kembali dinyalakan sebagai tanda pernyataan eksistensi, Mahardika belum selesai.
Alih-alih memilih naskah ringan untuk momentum comeback, Teater Mahardika justru mengambil langkah berani dengan mementaskan "RT Nol RW Nol" karya sastrawan legendaris Iwan Simatupang.
Baca juga: 3 Tantangan Utama Seni Teater di Samarinda dalam Era Teknologi dan Algoritma
Naskah ini dikenal sebagai teks yang rumit, penuh simbol, dan tidak mudah untuk ditaklukkan.
"Ini bukan sekadar pertunjukan biasa. Ini adalah momen kebangkitan kami," tegas Aji, Ketua Teater Mahardika.
Senada dengan Aji, pemeran tokoh Ina dalam pementasan ini mengajak publik untuk menjadi saksi sejarah kembalinya mereka.
"Kami ingin membuktikan bahwa Teater Mahardika baru saja memulai babak baru yang lebih berani. Segera amankan tiketnya," ujarnya.
Di bawah arahan sutradara Haura, naskah yang aslinya bercorak absurd ini dibongkar dan disusun ulang dengan pendekatan realisme.
Tokoh-tokoh yang biasanya terasa mengambang kini diberi wajah yang nyata; manusia-manusia kolong jembatan yang bisa kita temui di sudut kota mana pun.
Penonton akan dibawa menyelami kehidupan Kakek yang memulung demi bertahan hidup, Pincang yang mengais iba, Bopeng yang mengamen, hingga kerumitan hidup Ani, Ina, dan Ati.
Kehidupan mereka berjalan dengan logika yang rapi, namun berujung pada kekacauan yang menyayat.
"Kami memilih pendekatan realisme agar aktor memiliki pijakan yang jelas. Namun, lapisan absurditas tetap hadir dalam bentuk kehidupan yang terlalu 'masuk akal'," jelas Haura.
Lebih dari Sekadar Pementasan
Cerita bergerak perlahan menuju kehampaan. Bopeng pergi mencari masa depan sebagai kelasi, Ani memilih menikah demi logika bertahan hidup, dan satu per satu tokoh meninggalkan tempat mereka bernaung.
| Dishub Samarinda Perluas CFD, Mulai Besok Jalan Anggi Ditutup Total Tiap Akhir Pekan |
|
|---|
| Polresta Samarinda Ringkus Pengendara Motor Pembawa 0,75 Gram Sabu di Lok Bahu |
|
|---|
| 12.585 Peserta UTBK 2026 Bersaing Perebutkan Kursi Kuliah di Universitas Mulawarman Samarinda |
|
|---|
| WFH Samarinda Hemat 1.178 Liter BBM, Tekan Biaya Rp18 Juta Sehari |
|
|---|
| WFH Samarinda Capai Kepatuhan 99 Persen, Hemat BBM dan Turunkan Emisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260423_Teater-Mahardika-SMAN-8-Samarinda-kembali-bangkit-lewat-lakon-RT-Nol-RW-Nol.jpg)