Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bontang Terkini

Realisasi Pendapatan Parkir Jauh dari Target, DPRD Soroti Kinerja Dishub Bontang

DPRD Bontang mendorong pemerintah daerah lebih serius mengelola potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir

Tayang:
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
PENDAPATAN PARKIR - Foto arsip wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib. Beliau menyampaikan pandangannya, saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait realisasi potensi parkir, yang jauh dari target. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Potensi pendapatan dari sektor parkir tepi jalan di Kota Bontang dinilai belum tersentuh optimal.

Dari potensi sekitar Rp 440 juta per tahun, realisasi hingga triwulan I 2026 baru mencapai Rp 11,2 juta. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD Bontang

Dalam rapat kerja Komisi C bersama Dinas Perhubungan (Dishub), dewan mendorong pemerintah daerah lebih serius mengelola potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Serapan Anggaran Bontang Baru 12 Persen, Walikota Neni Moerniaeni Soroti Validitas Program

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menilai ketergantungan terhadap dana transfer pusat harus mulai dikurangi dengan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah.

“Ke depan kita harus mulai mencari sumber PAD secara mandiri. Tidak bisa terus bergantung pada pemerintah pusat, tapi juga jangan sampai memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia secara khusus menyoroti maraknya parkir liar yang tidak memberikan kontribusi terhadap kas daerah.

“Parkir liar itu tidak masuk sebagai pendapatan daerah. Harus ada penertiban yang tegas supaya bisa dikelola secara resmi,” kata legislator Nasdem tersebut.

Kepala Dishub Bontang M Taupan Kurnia mengakui sektor parkir merupakan potensi yang bisa dioptimalkan. 

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang titik-titik parkir untuk menentukan lokasi yang dapat dikelola secara resmi.

“Kami sedang melakukan pendataan kembali. Nantinya akan ditetapkan titik resmi yang bisa dikelola secara sistematis,” ujarnya.

Sementara itu, dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang menunjukkan, dari tujuh titik parkir tepi jalan yang telah teridentifikasi di antaranya kawasan Bontang Kuala, Jalan MT Haryono, dan Jalan Ahmad Yani potensi retribusi diperkirakan mencapai Rp 150 juta per tahun.

Namun, realisasi hingga triwulan I masih jauh dari target Rp 45 juta.

Kepala Bapenda Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, rendahnya realisasi disebabkan belum tertatanya pengelolaan parkir secara resmi. 

Sejumlah titik bahkan masih dikelola secara perorangan tanpa setoran ke kas daerah.

“Data yang kami miliki masih berupa potensi. Belum seluruhnya terealisasi sebagai pendapatan daerah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved