Kamis, 7 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Jadwal Mati Air di Samarinda 7 Mei 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak

Distribusi air bersih di Kota Samarinda dijadwalkan mengalami gangguan sementara pada Kamis, 7 Mei 2026.

Tayang:
Instagram/perumdatirtakencana
MATI AIR - Pengumuman resmi mati air di Samarinda, 7 Mei 2026. Dalam pengumuman resminya, gangguan ini terjadi akibat adanya pekerjaan pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, khususnya di instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Lipan. 
Ringkasan Berita:
  • Perumdam Tirta Kencana lakukan pengurasan sedimentasi dan penenang IPA Gunung Lipan di Samarinda, Kamis 7 Mei 2026 pukul 08.00 Wita selama 10 jam
  • Sejumlah wilayah terdampak mengalami gangguan air.

TRIBUNKALTIM.CO - Distribusi air bersih di Kota Samarinda, Kalimantan Timur dijadwalkan mengalami gangguan sementara pada Kamis, 7 Mei 2026.

Gangguan ini terjadi akibat adanya pekerjaan pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, khususnya di instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Lipan.

Informasi resmi yang disampaikan melalui Instagram resmi Perumdam Tirta Kencana yang menyebutkan bahwa pekerjaan akan dimulai pukul 08.00 Wita dengan estimasi durasi pengerjaan selama 10 jam.

Selama proses tersebut berlangsung, aliran air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan dipastikan akan terganggu hingga tidak mengalir sama sekali.

Baca juga: Mati Air di Balikpapan Sampai Kapan? PDAM sebut Pengerjaan Perbaikan Pipa sudah Selesai

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat. 

Masyarakat diimbau untuk melakukan antisipasi sejak dini, seperti menampung air sebelum waktu pengerjaan dimulai, guna menghindari kesulitan selama periode gangguan berlangsung.

Pengurasan Sedimentasi dan Penenang IPA Gunung Lipan

Pekerjaan yang dilakukan Perumdam Tirta Kencana dalam kegiatan ini mencakup pengurasan sedimentasi dan penenang di IPA Gunung Lipan.

Istilah sedimentasi merujuk pada proses pengendapan partikel kotoran atau lumpur yang terbawa dalam air baku.

Seiring waktu, endapan ini akan menumpuk dan dapat mengganggu kinerja sistem pengolahan air jika tidak dibersihkan secara berkala.

Sementara itu, penenang dalam konteks instalasi pengolahan air adalah bagian dari sistem yang berfungsi untuk menstabilkan aliran air agar proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif.

Komponen ini berperan penting dalam menjaga kualitas air sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Dengan dilakukannya pengurasan pada kedua bagian tersebut, diharapkan kualitas air yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan aman untuk digunakan masyarakat.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan memperpanjang عمر operasional instalasi serta mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

Jadwal Pengerjaan dan Estimasi Waktu

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pekerjaan akan dimulai pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 7 Mei 2026
Waktu: Pukul 08.00 Wita
Durasi: Estimasi 1 x 10 jam

Artinya, proses pengerjaan diperkirakan berlangsung hingga sore atau malam hari, tergantung pada kondisi di lapangan.

Namun demikian, waktu pemulihan distribusi air bisa saja membutuhkan tambahan waktu, mengingat sistem jaringan air perlu kembali dinormalisasi secara bertahap.

Wilayah Terdampak Gangguan Air

Sejumlah wilayah di Kota Samarinda dipastikan terdampak akibat pekerjaan ini. Berdasarkan informasi yang dirilis, area yang mengalami gangguan meliputi:

- Kelurahan Harapan Baru

- Jalan Letjend MT Haryono (khususnya sekitar Sungai Kunjang)

- Jalan Pelita

- Jalan KH. Harun Nafsi

- Jalan KH. Ahmad Nafsi

- Kelurahan Teluk Lerong

- Jalan Slamet Riyadi dan sekitarnya

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami penurunan tekanan air hingga tidak mengalir sama sekali selama proses pengerjaan berlangsung.

Gangguan ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah pekerjaan selesai serta sistem distribusi kembali stabil.

Imbauan kepada Masyarakat

Menghadapi kondisi ini, Perumdam Tirta Kencana mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi.

Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menampung air secukupnya sebelum waktu pengerjaan dimulai.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menggunakan air secara bijak selama masa gangguan berlangsung.

Hal ini penting agar ketersediaan air tetap mencukupi untuk kebutuhan utama seperti memasak dan sanitasi.

Perumdam juga menekankan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dalam jangka panjang.

 Layanan Informasi dan Pengaduan

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan terkait gangguan air, Perumdam Tirta Kencana telah menyediakan layanan contact center yang dapat dihubungi melalui:

Telepon: 0541-2088100
WhatsApp: 0811553536

Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk memperoleh update terbaru terkait progres pekerjaan maupun estimasi pemulihan distribusi air di masing-masing wilayah

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved