Berita Samarinda Terkini
Parkir Liar di Teras Samarinda Meningkat, Dishub Siapkan Solusi dan Evaluasi
Lonjakan pengunjung di Teras Samarinda picu parkir liar dan kemacetan, Dishub siapkan solusi
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Parkir Teras Samarinda meluber saat event dan memicu jukir liar.
- Dishub evaluasi pengelolaan lahan parkir bersama Perumda Varia Niaga.
- Solusi disiapkan berupa rekayasa lalu lintas hingga shuttle bus.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lonjakan pengunjung saat event memicu persoalan serius pada sektor parkir.
Kapasitas lahan di Teras Samarinda yang terbatas lantaran juga dilakukan pemanfaatan sebagian area untuk tenant UMKM membuat parkir tidak mampu menampung volume kendaraan, hingga akhirnya meluber ke beberapa titik jalan dan memicu praktik juru parkir (jukir) liar.
Permasalahan ini menjadi bahasan dalam rapat antara Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dan Perumda Varia Niaga selaku pengelola Teras Samarinda pada Senin (4/5/2026) lalu.
Evaluasi dilakukan menyusul dua event berturut-turut yang menyebabkan parkir tidak terkendali.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa pada dua kegiatan tersebut, kendaraan pengunjung bahkan memadati ruas jalan di sekitar lokasi.
Baca juga: Viral Dugaan Modus Baru Pencurian BBM di Samarinda, Bensin Mobil Disedot dari Tangki
“Sebelumnya ada event pertama juga yang parkirnya meluber di badan jalan, khususnya di seberang Indomaret dan Bank Ronggolawe. Makanya langsung memanggil Varia Niaga sebagai pengelola parkir, kemudian sebagai pengelola Teras Samarinda tersebut,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Evaluasi Pemanfaatan Lahan
Dalam rapat tersebut, turut dibahas pemanfaatan lahan parkir yang sebagian dialihkan untuk tenant.
Menurut Manalu, kebijakan itu memiliki dampak positif bagi geliat ekonomi, namun perlu pengaturan ulang saat event berlangsung.
Dishub menilai perlu adanya prioritas penggunaan lahan parkir untuk kendaraan saat event besar digelar, mengingat tingginya jumlah pengunjung dan minimnya alternatif transportasi umum di Samarinda.
“Tetapi ketika ada event, kami kasih pilihan, ketika event yang besar, mungkin tenant-tenant itu ditutup jadi fokus untuk tempat parkir. Karena atensi masyarakat juga kan begitu banyak. Sedangkan kita tidak ada pilihan opsi transportasi yang ada di Kota Samarinda. Ya, mau tidak mau masyarakat juga selalu memilih kendaraan pribadi. Ketika penuh lapangan parkirnya, ya mereka parkir di titik lain,” tegasnya.
Baca juga: Viral, Samarinda Masuk 3 Besar Kota Paling Maju di Luar Jawa, Ini Datanya
Rekayasa Lalu Lintas dan Shuttle
Selain itu, Dishub juga mengusulkan rekayasa lalu lintas berupa pemagaran median jalan untuk mengurangi penyeberangan liar yang kerap terjadi akibat parkir di sisi berlawanan jalan.
“Itu supaya masyarakat juga tidak langsung menyeberang. Kadang-kadang kan semua titik ruas jalan itu menjadi titik penyeberangan ketika parkir misalnya di kawasan Bank Ronggolawe atau di Indomaret, langsung nyebrang lurus. Jadi akhirnya terjadilah hambatan lalu lintas,” paparnya.
Sebagai solusi tambahan, Dishub juga mendorong pemanfaatan kawasan Pasar Pagi sebagai kantong parkir alternatif, khususnya bagi panitia event, tenant, dan pekerja.
“Parkirnya kita arahkan di Gedung Pasar Pagi. Kemudian mungkin mereka bisa melakukan pengadaan bus atau sewa bus, jadi busnya shuttle. Jadi lahan parkir yang dipakai oleh tim EO dan lainnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat yang berkunjung,” jelasnya.
| Pembangunan Lapak Pasar Segiri Samarinda Rampung, Andi Harun: Segera Ditempati |
|
|---|
| Dishub Samarinda Tertibkan Parkir Motor Pelajar di Permukiman, Sasar yang Tanpa SIM |
|
|---|
| Pelajar Dilarangan Pakai Motor, Dishub Samarinda Dorong ke Sekolah Jalan Kaki atau Bersepeda |
|
|---|
| Berada di Ujung Samarinda, Desa Budaya Pampang Penjaga Ahli Waris Suku Dayak Kenyah |
|
|---|
| Heboh Isu Bayar Ambulans di Samarinda, Ketua RT Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260504_Rapat-Dishub-Samarinda.jpg)