Kamis, 7 Mei 2026

Berita Berau Terkini

DPRD Berau Minta Ruang Hemodialisis Diperluas, Buntut Pasien Gagal Ginjal Bertambah

DPRD Berau mendorong peningkatan fasilitas layanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai, khususnya pada layanan cuci darah

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PELAYANAN CUCI DARAH - Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, menyatakan, tren pasien gagal ginjal di Berau juga terus meningkat setiap bulannya. Rata-rata terdapat penambahan dua hingga tiga pasien baru yang membutuhkan layanan cuci darah, Rabu (6/5/2026).  

“Setiap bulan ada penambahan dua sampai tiga pasien baru. Ini sifatnya akumulatif, karena pasien lama tetap menjalani terapi, sementara pasien baru terus bertambah,” katanya.

Secara ideal, RSUD dr Abdul Rivai menargetkan dapat mengoperasikan hingga 20 mesin cuci darah.

Namun, dengan kondisi saat ini, baru delapan mesin yang bisa digunakan secara optimal.

“Target kami sebenarnya 20 mesin. Tapi dari 12 mesin yang ada, baru delapan yang operasional karena keterbatasan ruangan,” jelasnya.

Adapun solusi utama untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah pembangunan ruang baru yang lebih luas.

Namun hingga kini, rencana tersebut masih terkendala anggaran.

“Kalau ada saran dari DPRD untuk perluasan ruangan, kami tentu siap. Yang penting ada dukungan anggaran. Karena untuk mengoperasionalkan mesin tambahan, kami harus bangun ruangan baru,” tegasnya.

Dalam praktiknya, layanan cuci darah di RSUD dr Abdul Rivai juga harus mengatur jadwal pasien secara ketat.

Pasien tetap tentunya memiliki jadwal rutin, biasanya dua kali dalam sepekan dengan durasi sekitar lima jam setiap kali terapi.

Selain itu, rumah sakit juga mengakomodasi pasien asal Berau yang menjalani pengobatan di luar daerah melalui skema traveling.

Pasien tersebut dapat menjalani cuci darah sementara di Berau, terutama pada momen tertentu seperti libur Lebaran.

“Kami tetap melayani pasien traveling, biasanya dua kali dalam seminggu. Itu kami atur jadwalnya agar tidak mengganggu pasien tetap,” ujarnya.

Meski diakui layanan ini secara finansial tidak selalu menguntungkan, pihak rumah sakit tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau dipikir dari sisi bisnis mungkin rugi. Tapi kami lebih mementingkan pelayanan. Daripada masyarakat harus ke luar daerah dengan biaya yang lebih besar,” tandasnya.

Jusram berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas layanan cuci darah di Berau, baik melalui penambahan ruangan maupun anggaran operasional.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa bersama-sama memikirkan solusi, terutama untuk penambahan ruang dan kapasitas layanan cuci darah ke depan,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved