Berita Berau Terkini
DPRD Berau Minta Ruang Hemodialisis Diperluas, Buntut Pasien Gagal Ginjal Bertambah
DPRD Berau mendorong peningkatan fasilitas layanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai, khususnya pada layanan cuci darah
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau mendorong peningkatan fasilitas layanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai, khususnya pada layanan cuci darah (hemodialisis).
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyusul meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Subroto, kebutuhan layanan cuci darah di Berau saat ini terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Baca juga: DPRD Berau Tanggapi Kekosongan Jabatan OPD karena ASN Pensiun, Sumadi: Harus Segera Diantisipasi
“DPRD meminta ada penambahan alat cuci darah dan perluasan area, mengingat pasien terus bertambah. Ini penting agar pasien tidak antre dan tidak perlu lagi berobat ke luar daerah,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, DPRD Berau juga mengusulkan penambahan layanan khusus untuk pasien dengan kelainan darah genetik, seperti thalasemia.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat Berau yang selama ini masih harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, mengakui, kapasitas layanan cuci darah di rumah sakit saat ini memang masih terbatas, terutama dari sisi ketersediaan ruangan.
Dijelaskan, ruang hemodialisis yang ada saat ini hanya mampu menampung delapan mesin cuci darah sesuai standar yang ditetapkan BPJS Kesehatan.
Padahal, secara keseluruhan pihak rumah sakit memiliki 12 unit mesin.
Baca juga: Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSKD Balikpapan: Banyak Anak Muda Sakit Gagal Ginjal, Ini Sebabnya
“Luas ruangan yang kami pakai saat ini hanya cukup untuk delapan mesin. Masih ada empat mesin yang belum bisa kami operasionalkan karena keterbatasan ruang dan harus menyesuaikan standar dari BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Diungkapnya, jumlah pasien cuci darah di RSUD dr Abdul Rivai saat ini mencapai sekitar 36 orang.
Sementara itu, masih terdapat 47 warga Berau yang menjalani cuci darah di luar daerah.
“Saat ini masih ada 47 pasien Berau yang cuci darah di luar daerah. Kalau mengacu data BPJS Kesehatan, sebenarnya totalnya bisa sekitar 80an orang,” ungkapnya.
Terlebih, tren pasien gagal ginjal di Berau juga terus meningkat setiap bulannya. Rata-rata terdapat penambahan dua hingga tiga pasien baru yang membutuhkan layanan cuci darah.
| Tertipu Lowongan Kerja, 9 Warga Terlantar di Berau Dipulangkan ke Daerah Asal |
|
|---|
| Transplantasi Terumbu Karang di Maratua, PT Berau Coal Perkuat Konservasi Laut |
|
|---|
| Pembangunan SDN 001 Biatan Ilir Berau Kembali Tertunda, Terkendala Sengketa Lahan |
|
|---|
| Inflasi Berau April 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan dan Jasa, BPS Ungkap Beberapa Faktornya |
|
|---|
| Wakil Bupati Berau Gamalis Akan Tindaklajuti Rekomendasi DPRD Berau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_Pelayanan-Cuci-Darah-Semakin-Bertambah.jpg)