Idul Adha 2026
Harga Sapi Kurban di Balikpapan Tembus Rp23 Juta, Imbas Ongkos Kirim Membengkak
Harga sapi kurban di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, menjelang Iduladha 2026 naik hingga Rp23 juta per ekor.
Penulis: Ardiana | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Harga sapi kurban di Balikpapan naik dari Rp20 juta menjadi Rp23 juta per ekor.
- Ongkos pengiriman sapi dari Gorontalo melonjak dari sekitar Rp1 juta menjadi lebih dari Rp2 juta.
- Pedagang mengurangi stok sapi karena khawatir penjualan menurun dan risiko kerugian meningkat.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Harga sapi kurban di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, menjelang Idul Adha 2026 mengalami kenaikan cukup signifikan.
Salah satu penyebab utamanya adalah melonjaknya biaya transportasi pengiriman ternak dari Gorontalo menuju Balikpapan.
Kondisi tersebut dirasakan para pedagang sapi kurban musiman, termasuk Abdul Kadir, penjual sapi di kawasan Jalan Indrakila, Balikpapan.
Ia menyebut biaya pengiriman sapi kurban yang sebelumnya berkisar Rp1 juta kini naik hingga lebih dari Rp2 juta.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Sapi Kurban di Tana Tidung Mulai Diburu, Peternak Sebut Tinggal 5 Ekor
"Harganya dinaikkan karena biaya transfernya yang tadinya cuma Rp1 juta lebih sampai Rp2 juta lebih sekarang," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (12/5/2026).
Akibat kenaikan ongkos kirim tersebut, harga jual sapi kurban pun ikut menyesuaikan.
Jika sebelumnya rata-rata sapi kurban dijual sekitar Rp20 juta per ekor, kini naik menjadi sekitar Rp23 juta per ekor.
"Kemarin harga Rp20 juta, sekarang kita jual sampai Rp23 juta. Mungkin juga pengaruh dari perang Israel ini ya, berdampak juga, karena harganya beda jauh. Karena adanya kenaikan biaya transportasi itu yang bikin masalah," ujarnya.
Baca juga: Sapi Bali dan Limusin Dominasi Penjualan Hewan Kurban di Jalan Indrakila Balikpapan
Menurut Abdul Kadir, kenaikan biaya transportasi menjadi tantangan terbesar bagi pedagang sapi kurban tahun ini karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan kondisi penjualan secara keseluruhan lantaran masa penjualan masih berlangsung dan Hari Raya Iduladha masih sekitar dua pekan lagi.
"Ini kan masih awal, masih dua minggu lagi," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren penjualan sapi kurban dalam beberapa tahun terakhir mulai mengalami penurunan.
Baca juga: 5 Daerah yang Memiliki Populasi Sapi Potong Terbesar di Kaltim
Untuk mengantisipasi risiko kerugian, pedagang memilih mengurangi jumlah stok dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Misalnya yang tadinya 100, sekarang cuma sekitar 80. Kita mempersiapkan membaca situasi sekarang ini. Jadi memang awas, karena kalau kita ketinggalan banyak ruginya," ujarnya.
Padahal pada Idul Adha tahun lalu, penjualan sapi kurban terbilang cukup tinggi.
| 65 Poster untuk Idul Adha 2026 Siap Pakai Bentuk Kartun, Cocok untuk Acara Masjid atau Sekolah! |
|
|---|
| Sapi Bali dan Limusin Dominasi Penjualan Hewan Kurban di Jalan Indrakila Balikpapan |
|
|---|
| Kapan Idul Adha 2026? Muhammadiyah Sudah Tetapkan 27 Mei, Ini Penjelasan Hisabnya |
|
|---|
| Pengertian Hari Tasyrik, Jadwal 2026, serta Larangan Puasa bagi Umat Islam |
|
|---|
| Kapan Idul Adha 2026? Muhammadiyah Tetapkan 27 Mei, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260511_Salah-satu-lapak-penjualan-sapi-kurban-di-kawasan-Jalan-Indrakila.jpg)