Idul Adha 2026
DTPHP Kutim Periksa Sapi Kurban di Sangatta, Hewan Lolos Diberi Label ‘SEHAT’
DTPHP Kutai Timur melalui Tim Kesehatan Hewan melakukan pemeriksaan ketat terhadap sapi kurban di Sangatta menjelang Idul Adha 2026
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Tim Kesehatan Hewan Kutim memeriksa kondisi mulut, kuku, dan fisik sapi kurban di Sangatta.
- Hewan yang lolos pemeriksaan diberi stiker “SEHAT” sebagai jaminan layak jual dan bebas penyakit.
- Pedagang menyebut pemeriksaan dari pemerintah membantu meningkatkan kepercayaan pembeli.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur atau DTPHP Kutim melalui Tim Kesehatan Hewan turun langsung melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah titik penjualan sapi di Sangatta menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sapi yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Hewan yang dinyatakan lolos pemeriksaan kemudian diberikan stiker bertuliskan “SEHAT” sebagai tanda telah melewati proses screening kesehatan.
Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Cut Meutia mengatakan pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, mulai dari mulut, kuku, hingga pola gerak sapi guna mendeteksi kemungkinan adanya penyakit.
Baca juga: Harga Sapi Kurban di Balikpapan Tembus Rp23 Juta, Imbas Ongkos Kirim Membengkak
"Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan yang masuk dan dijual di Kutai Timur sudah melalui prosedur kesehatan yang sesuai. Semua harus dilengkapi surat jalan dan hasil uji laboratorium," ujar drh Cut Meutia, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, stiker “SEHAT” menjadi indikator penting bagi masyarakat agar lebih yakin dalam memilih hewan kurban yang tidak hanya sesuai syariat, tetapi juga memenuhi standar kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas sapi yang diperiksa dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak jual.
Tim hanya menemukan satu ekor sapi yang mengalami luka ringan di bagian kaki akibat proses distribusi perjalanan.
Baca juga: Sapi Bali dan Limusin Dominasi Penjualan Hewan Kurban di Jalan Indrakila Balikpapan
"Hanya luka ringan karena perjalanan. Bukan penyakit dan bisa segera pulih setelah diberi penanganan medis yang tepat di lokasi," jelasnya.
Untuk memperluas pengawasan, DTPHP membagi Tim Kesehatan Hewan ke dalam dua wilayah kerja utama, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha.
Sementara itu, salah seorang pedagang sapi, Sopyan, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan langsung dari pemerintah daerah.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Sapi Kurban di Tana Tidung Mulai Diburu, Peternak Sebut Tinggal 5 Ekor
Ia menilai label sehat yang diberikan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan yang dijual.
"Kami menyambut baik pemeriksaan ini. Proses pengecekannya lancar dan sangat membantu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap hewan yang kami jual di sini," pungkasnya. (*)
| Harga Sapi Kurban di Balikpapan Tembus Rp23 Juta, Imbas Ongkos Kirim Membengkak |
|
|---|
| 65 Poster untuk Idul Adha 2026 Siap Pakai Bentuk Kartun, Cocok untuk Acara Masjid atau Sekolah! |
|
|---|
| Sapi Bali dan Limusin Dominasi Penjualan Hewan Kurban di Jalan Indrakila Balikpapan |
|
|---|
| Kapan Idul Adha 2026? Muhammadiyah Sudah Tetapkan 27 Mei, Ini Penjelasan Hisabnya |
|
|---|
| Pengertian Hari Tasyrik, Jadwal 2026, serta Larangan Puasa bagi Umat Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260512_DTPHP-Kutim-memeriksa-kondisi-mulut-kuku-dan-fisik-sapi-kurban-di-Sangatta.jpg)